- Kawasan Malioboro Yogyakarta alami peningkatan kunjungan harian rata-rata 15.000 saat libur Lebaran 2026 didominasi pemudik.
- Pola kunjungan Lebaran kali ini terkonsentrasi padat pada sore hingga malam, berbeda dari Nataru yang merata sejak siang.
- Arus lalu lintas di pusat kota Yogyakarta terpantau ramai lancar terkendali, meski volume kendaraan meningkat signifikan.
Suara.com - Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta masih menjadi destinasi favorit untuk menghabiskan waktu liburan. Hal ini terlihat dari tren peningkatan volume kunjungan pada libur Lebaran 2026.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni menuturkan bahwa berdasarkan data perhitungan tim di lapangan, rata-rata kunjungan harian terpantau fluktuatif namun terus merangkak naik.
Pihak UPT melakukan pemantauan intensif menggunakan alat penghitung (checker) setiap harinya pada jam-jam sibuk, yakni mulai pukul 16.00 hingga 24.00 WIB.
"Itu ada di angka rata-rata 15.000-an tapi fluktuatif. Jadi ada yang sempat tercatat 9.000 gitu terus 21.000 juga sempat," kata Anggi saat dikonfirmasi, Minggu (22/3/2026).
Disampaikan Anggi, ada perbedaan pola kunjungan antara masa libur Lebaran tahun ini dengan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya.
Jika pada Nataru keramaian cenderung merata sejak siang hari, saat libur Lebaran kali ini kepadatan baru mulai terkonsentrasi saat sore menjelang malam hari.
"Kalau di sebelum hari-H itu Malioboro relatif siang juga masih tidak terlalu ramai ramainya mulai malam. Misal di hari ini H+1 ini juga sudah mulai terlihat lebih ramai kendaraannya sih," imbuhnya.
Hingga saat ini, total akumulasi pengunjung yang masuk ke jantung Kota Yogyakarta tersebut telah menyentuh angka puluhan ribu jiwa.
Data laporan per Sabtu (21/3/2026) kemarin menunjukkan angka yang cukup tingg mencapai 23.903 orang. Namun angka itu masih lebih rendah dibanding Jumat (20/3/2026) lalu yang menembus 33.529 orang.
Baca Juga: Momen Kocak Mahalini Kegirangan Dapat THR sampai Lupa Sungkem Suami
Anggi menjelaskan bahwa segmen pengunjung pada libur Lebaran kali ini didominasi oleh para pemudik. Hal ini berbeda dengan masa Nataru yang lebih banyak diisi oleh wisatawan murni dari berbagai daerah.
"Kalau yang ini kan mungkin orang-orang yang mudik ke Jogja kemudian menyempatkan diri untuk jalan-jalan di Malioboro seperti itu," ujarnya.
Terkait prediksi total kunjungan hingga akhir masa libur pada 25 Maret mendatang, Fitria memperkirakan angka tahun ini mungkin sedikit di bawah pencapaian tahun lalu.
Hal ini disebabkan oleh perbedaan struktur kalender libur, di mana tahun lalu masa libur panjang jatuh setelah hari raya dan melewati akhir pekan secara lebih optimal.
"Sampai saat ini jumlah pengunjung itu 80.000 yang ada di Malioboro. Jadi saya rasa kalau sampai akhir waktunya libur Lebaran batas libur Lebaran itu 25 Maret mungkin ya mungkin lebih tinggi tahun kemarin," tandasnya.
Salah seorang wisatawan, Wahyu, mengaku memang menyempatkan diri untuk berkunjung ke Malioboro. Selain untuk berbelanja oleh-oleh juga untuk menikmati kunjungan setiap kali ke kota gudeg.
Berita Terkait
-
Momen Kocak Mahalini Kegirangan Dapat THR sampai Lupa Sungkem Suami
-
Jangan Sampai Kehabisan! Masih Ada 587 Ribu Kursi Kosong KA untuk Arus Balik Lebaran 2026
-
Lebaran 2026 Jakarta Diterjang Banjir: 46 RT di Jaktim Terendam, 696 Warga Mengungsi
-
Suasana Lebaran di Istana, Senyum Tipis Iriana Jokowi Foto Bareng Presiden Prabowo
-
9 Makanan Pantangan Kolesterol Tinggi yang Wajib Dihindari usai Lebaran
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK
-
Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus
-
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral
-
DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet