- BPBD DKI Jakarta melaporkan 46 RT di Jakarta Timur terendam banjir hingga ketinggian air 30-80 cm per Minggu (22/3/2026) pagi.
- Banjir ini dipicu hujan deras dan kenaikan status siaga di pintu air utama serta luapan Kali Cipinang, Cilangkap, dan Sunter.
- Akibat genangan, 696 jiwa dari 201 KK mengungsi; petugas gabungan fokus menyedot air dan menargetkan genangan cepat surut.
Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 46 RT di wilayah Jakarta Timur terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (21/3/2026) malam saat malam pertama Lebaran 2026.
Tercatat hingga Minggu (22/3/2026) pukul 10:00 WIB, ketinggian air dilaporkan mencapai 30-80 centimeter.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi bahwa banjir dipicu oleh kenaikan status siaga di sejumlah pintu air utama sejak Sabtu malam.
"Hujan deras menyebabkan kenaikan tinggi muka air pada Pos Pesanggrahan, Pos Cipinang Hulu, Pos Sunter Hulu, dan Pos Krukut Hulu," kata Isnawa, dalam keterangan tertulisnya, Minggu siang.
Data BPBD menunjukkan sebaran genangan telah meluas di sepuluh kelurahan di Jakarta Timur. Kelurahan Ciracas menjadi wilayah terdampak paling signifikan dengan total 16 RT yang terendam air.
Isnawa merinci bahwa sejumlah RT tersebut masih dalam kondisi tergenang akibat luapan aliran kali yang melintasi pemukiman.
"Jakarta Timur terdapat 46 RT, yang terdiri dari Kelurahan Ceger, Cilangkap, Munjul, Cibubur, Ciracas, Cipinang Muara, Dukuh, Cipinang Melayu, Baru, dan Pekayon," ucapnya.
Genangan dilaporkan setinggi 30 hingga 80 centimeter itu, kata Isnawa, disebabkan oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi. Kondisi tersebut diperparah oleh meluapnya tiga aliran kali utama di wilayah Jakarta Timur secara bersamaan.
"Penyebabnya curah hujan tinggi, luapan Kali Cipinang, Kali Cilangkap, dan Kali Sunter," tuturnya.
Baca Juga: Suasana Lebaran di Istana, Senyum Tipis Iriana Jokowi Foto Bareng Presiden Prabowo
Akibat kejadian ini, sebanyak 696 jiwa dari 201 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Setidaknya ada tujuh titik pengungsian utama yang tersebar di masjid, aula kantor kelurahan, hingga area pabrik.
Isnawa menegaskan bahwa personel gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat penanganan genangan.
Tim gabungan saat ini difokuskan pada upaya penyedotan air di titik-titik pemukiman padat yang tergenang. Petugas turut memastikan seluruh tali-tali air tidak tersumbat agar aliran menuju drainase lancar.
"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," tegasnya.
Meski sebagian wilayah seperti Rawajati dan Kebon Baru dilaporkan sudah surut, warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan dan genangan lanjutan.
Isnawa mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui kanal resmi jika membutuhkan bantuan mendesak.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," tandasnya.
Berita Terkait
-
Suasana Lebaran di Istana, Senyum Tipis Iriana Jokowi Foto Bareng Presiden Prabowo
-
5 Contoh Sambutan Halal Bihalal RT Lebaran 2026: Singkat, Sopan, dan Menyentuh Hati
-
PDIP Soroti Pelaksanaan Mudik 2026, Indonesia Masih di Bawah China
-
Mencicipi Sop Buntut Cut Meutia, Kuliner Legendaris dengan Rasa Otentik | SERASA
-
7 Cara Jitu Hadapi Post-Holiday Blues bagi Karyawan setelah Mudik Lebaran
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT