News / Metropolitan
Minggu, 22 Maret 2026 | 18:04 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi jalan yang terendam banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Banjir setinggi 50-60 cm akibat hujan berintensitas tinggi serta buruknya sistem drainase tersebut membuat sejumlah kendaraan mogok dan lalu lintas terganggu. ANTARA FOTO/Ika Maryani/tom.
Baca 10 detik
  • BPBD DKI Jakarta melaporkan 46 RT di Jakarta Timur terendam banjir hingga ketinggian air 30-80 cm per Minggu (22/3/2026) pagi.
  • Banjir ini dipicu hujan deras dan kenaikan status siaga di pintu air utama serta luapan Kali Cipinang, Cilangkap, dan Sunter.
  • Akibat genangan, 696 jiwa dari 201 KK mengungsi; petugas gabungan fokus menyedot air dan menargetkan genangan cepat surut.

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 46 RT di wilayah Jakarta Timur terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (21/3/2026) malam saat malam pertama Lebaran 2026

Tercatat hingga Minggu (22/3/2026) pukul 10:00 WIB, ketinggian air dilaporkan mencapai 30-80 centimeter.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi bahwa banjir dipicu oleh kenaikan status siaga di sejumlah pintu air utama sejak Sabtu malam.

"Hujan deras menyebabkan kenaikan tinggi muka air pada Pos Pesanggrahan, Pos Cipinang Hulu, Pos Sunter Hulu, dan Pos Krukut Hulu," kata Isnawa, dalam keterangan tertulisnya, Minggu siang.

Data BPBD menunjukkan sebaran genangan telah meluas di sepuluh kelurahan di Jakarta Timur. Kelurahan Ciracas menjadi wilayah terdampak paling signifikan dengan total 16 RT yang terendam air.

Kondisi Rumah warga di Kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Dok: Suara.com/Adiyoga Priyambodo)

Isnawa merinci bahwa sejumlah RT tersebut masih dalam kondisi tergenang akibat luapan aliran kali yang melintasi pemukiman.

"Jakarta Timur terdapat 46 RT, yang terdiri dari Kelurahan Ceger, Cilangkap, Munjul, Cibubur, Ciracas, Cipinang Muara, Dukuh, Cipinang Melayu, Baru, dan Pekayon," ucapnya.

Genangan dilaporkan setinggi 30 hingga 80 centimeter itu, kata Isnawa, disebabkan oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi. Kondisi tersebut diperparah oleh meluapnya tiga aliran kali utama di wilayah Jakarta Timur secara bersamaan.

"Penyebabnya curah hujan tinggi, luapan Kali Cipinang, Kali Cilangkap, dan Kali Sunter," tuturnya.

Baca Juga: Suasana Lebaran di Istana, Senyum Tipis Iriana Jokowi Foto Bareng Presiden Prabowo

Akibat kejadian ini, sebanyak 696 jiwa dari 201 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Setidaknya ada tujuh titik pengungsian utama yang tersebar di masjid, aula kantor kelurahan, hingga area pabrik.

Isnawa menegaskan bahwa personel gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat penanganan genangan.

Tim gabungan saat ini difokuskan pada upaya penyedotan air di titik-titik pemukiman padat yang tergenang. Petugas turut memastikan seluruh tali-tali air tidak tersumbat agar aliran menuju drainase lancar.

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," tegasnya.

Meski sebagian wilayah seperti Rawajati dan Kebon Baru dilaporkan sudah surut, warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan dan genangan lanjutan.

Isnawa mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui kanal resmi jika membutuhkan bantuan mendesak.

Load More