-
Trump mengklaim perubahan rezim di Iran dan adanya diskusi intens antar kedua negara.
-
Iran secara tegas membantah adanya negosiasi diplomatik yang berlangsung dengan pihak Amerika Serikat.
-
Militer AS menghentikan serangan infrastruktur energi selama lima hari demi kemajuan upaya diplomasi.
Suara.com - Langkah diplomatik yang mengejutkan baru saja diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di tengah bara konflik Timur Tengah.
Secara terbuka, Trump menyatakan bahwa Washington telah melakukan serangkaian dialog yang sangat mendalam dengan pihak berwenang di Teheran Iran.
Pernyataan ini muncul secara tiba-tiba mengingat eskalasi militer yang sebelumnya terus memanas di wilayah tersebut selama beberapa pekan terakhir.
Namun, pengakuan sepihak dari orang nomor satu di Amerika Serikat ini langsung mendapatkan respons dingin dari pihak lawan.
Pemerintah Iran secara resmi menepis kabar tersebut dan menyatakan tidak ada pembicaraan apa pun yang sedang mereka jalani.
Dalam sebuah wawancara melalui sambungan telepon, Donald Trump menggarisbawahi kondisi politik yang sedang bergejolak di negara para mullah itu.
Laporan media menyebutkan bahwa Trump "menegaskan ... bahwa apa yang terjadi di Iran dapat digambarkan sebagai perubahan rezim," lapor CNBC.
Indikasi mengenai adanya pergeseran besar dalam penyelesaian sengketa yang telah berlangsung selama tiga minggu ini mulai tercium ke publik.
Meski demikian, rincian mengenai siapa yang duduk di meja perundingan atau lokasi pertemuan tersebut masih tertutup rapat dan misterius.
Baca Juga: Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
Ketiadaan bukti fisik mengenai dialog ini membuat banyak pihak meragukan klaim yang dilontarkan oleh sang presiden.
Pihak Teheran sendiri tidak tinggal diam mendengar klaim yang dianggap sebagai propaganda sepihak oleh Amerika Serikat tersebut.
Sejumlah pejabat tinggi Iran berulang kali memberikan pernyataan resmi bahwa tidak ada proses negosiasi yang sedang berlangsung saat ini.
Ketidaksepakatan narasi ini menunjukkan adanya jurang komunikasi yang sangat lebar antara kedua negara yang sedang berseteru.
Kendati dibantah, Trump tetap bersikap optimistis melalui unggahan di media sosial pribadinya mengenai masa depan hubungan kedua negara.
Trump mengatakan kepada CNBC tak lama setelah unggahan Truth Social bahwa AS "sangat bertekad" untuk membuat kesepakatan dengan Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir