- Netanyahu tegaskan posisi Israel bekerja membawa kemajuan signifikan bagi negaranya dan dampak bagi Iran.
- Komentar Netanyahu muncul setelah Trump tunda serangan 120 jam meski mengklaim telah ada pembicaraan baik.
- Iran membantah keras klaim pembicaraan dengan Washington, menyebutnya strategi politik serta indikasi kemunduran AS.
Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya angkat bicara setelah Presiden AS, Donald Trump menyatakan soal negosiasi dengan Iran.
Netanyahu menegaskan posisi negaranya dengan penuh keyakinan di tengah ketidakpastian diplomatik yang kian memanas.
Berbicara di parlemen, Netanyahu merespons desakan anggota parlemen Boaz Bismuth yang meminta Israel kembali menggagalkan kesepakatan buruk dengan Iran.
“Kami sedang bekerja membawa Israel ke tempat yang belum pernah dicapai, dan Iran ke tempat yang belum pernah mereka rasakan,” tegas Netanyahu dilansir dari laporan media Israel, Channel 14.
Netanyahu menambahkan dengan nada percaya diri, “Mereka di bawah, kami di atas.”
Komentar Netanyahu muncul hanya beberapa saat setelah Donald Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 120 jam.
Trump sebelumnya mengklaim telah terjadi pembicaraan yang baik dan produktif untuk mengakhiri konflik.
Namun klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan,
“Tidak ada pembicaraan antara Teheran dan Washington,” seraya menyebut pernyataan Trump sebagai bagian dari strategi politik dan militer.
Baca Juga: Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz
Sumber yang dekat dengan Teheran bahkan menegaskan,
“Tidak ada komunikasi dengan Trump, tidak secara langsung maupun melalui perantara.”
Mereka juga mengklaim AS mundur karena takut terhadap balasan Iran yang akan menargetkan infrastruktur energi di kawasan.
Sementara itu, juru bicara keamanan nasional Iran Ebrahim Rezaei menyatakan, “Trump dan Amerika Serikat kembali mundur. Ini bukti keberhasilan strategi kami.”
Ketegangan meningkat setelah ultimatum Trump agar Iran membuka Selat Hormuz dalam 48 jam atau menghadapi serangan.
Iran merespons dengan ancaman keras terhadap infrastruktur kritis milik AS dan sekutunya.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel
-
Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang
-
Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek
-
Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program
-
Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop
-
Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian