- Jasa Raharja menyalurkan total santunan Rp11,9 miliar bagi korban kecelakaan selama arus Lebaran 2026.
- Angka kecelakaan nasional periode Lebaran 2026 turun 5,3 persen dan fatalitas menurun 30,4 persen.
- Insiden lalu lintas didominasi oleh kendaraan roda dua, terutama yang terjadi di jalur arteri non-tol.
Suara.com - Santunan korban kecelakaan arus Lebaran 2026 tercatat mencapai Rp11,9 miliar. Di tengah penurunan angka kecelakaan, insiden lalu lintas masih didominasi kendaraan roda dua, terutama di jalur non-tol.
Data tersebut disampaikan Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin saat meninjau arus balik Lebaran di Command Center KM 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jumat (27/3/2026).
Awaluddin menyebut angka kecelakaan lalu lintas nasional selama periode arus Lebaran tahun ini tercatat turun 5,3 persen. Penurunan juga terjadi pada tingkat fatalitas atau korban meninggal dunia yang merosot hingga 30,4 persen.
"Hingga kemarin kami mendata jumlah kecelakaan secara nasional peristiwanya turun 5,3 persen, dan jumlah korban meninggal dunia atau fatalitas seperti yang juga tadi disampaikan turun 30,4 persen," ungkap Awaluddin.
Menurut Awaluddin meski tren kecelakaan menurun, kendaraan roda dua masih menjadi penyumbang terbesar insiden, khususnya di jalan arteri yang belum sepenuhnya terkontrol.
"Dan hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa kecelakaan di area non-tol ini juga masih menjadi satu hal yang perlu pengaturan," katanya.
Lebih lanjut, Awaluddin mengungkap Jasa Raharja hingga kekinian juga telah menyalurkan santunan kepada korban meninggal dunia dengan total mencapai Rp11,9 miliar. Santunan tersebut disalurkan kepada keluarga atau ahli waris.
"Sampai dengan kemarin nilainya 11,9 miliar," pungkasnya.
Baca Juga: Arus Mudik Naik dan Kecelakaan Turun 16 Persen, Pemerintah Minta Pemudik Balik Lebih Awal
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus