News / Nasional
Kamis, 26 Maret 2026 | 10:33 WIB
Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno. [Suara.com/Lilis]
Baca 10 detik
  • Pemerintah klaim mudik 2026 lancar, volume naik namun kecelakaan menurun.
  • Menko PMK imbau pemudik balik lebih awal guna menghindari kepadatan lalin.
  • Masyarakat diminta manfaatkan diskon tarif tol untuk kelancaran arus balik Lebaran.

Suara.com - Pemerintah mengeklaim arus mudik Lebaran 2026 berjalan lebih terkendali meskipun jumlah pemudik mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, fokus pemerintah mulai beralih pada antisipasi lonjakan arus balik dengan mendorong masyarakat untuk kembali lebih awal ke Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan bahwa tingginya mobilitas tahun ini berhasil dikelola dengan baik.

“Alhamdulillah, arus mudik berjalan lancar dan aman. Dibandingkan tahun lalu, jumlah pemudik meningkat, namun angka kecelakaan justru menurun. Ini menunjukkan bahwa mobilitas yang tinggi tetap bisa dikelola secara aman,” ujar Pratikno saat meninjau situasi di Jasa Marga Toll Command Center (JMTC), Bekasi, Rabu (25/3/2026).

Data menunjukkan puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026, dengan lebih dari 270.315 kendaraan meninggalkan Jakarta. Angka ini naik sekitar 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, total kendaraan yang keluar dari ibu kota selama periode mudik mencapai 2,52 juta unit, atau meningkat tipis 0,9 persen.

Lonjakan pergerakan juga merata di berbagai moda transportasi. Pada H-3 Lebaran, angkutan penyeberangan mencatatkan jumlah penumpang tertinggi sebanyak 403.883 orang, disusul kereta api (401.238 orang), angkutan udara (311.836 orang), dan angkutan darat (232.016 orang).

Meskipun mobilitas meningkat, angka kecelakaan dilaporkan menurun sekitar 16 persen, yakni dari 31 kejadian pada 2025 menjadi 26 kejadian pada 2026. Pratikno menilai capaian ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor yang solid serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengaturan lalu lintas.

“Semua ini berkat kerja sama berbagai pihak yang merancang dan merespons situasi secara cepat dan akurat, didukung teknologi CCTV, Intelligent Transport System, serta analisis data,” jelasnya.

Memasuki periode arus balik, pemerintah mencatat puncak awal terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3) dengan volume 256.338 kendaraan. Meski volume harian ini turun 5,9 persen dibandingkan puncak tahun lalu, total kendaraan yang kembali ke Jakarta secara kumulatif meningkat menjadi 1,96 juta unit atau naik sekitar 6 persen.

Pemerintah kini berupaya mencegah penumpukan kendaraan pada satu waktu tertentu. Pratikno meminta masyarakat tidak menunggu hingga akhir masa libur untuk melakukan perjalanan pulang.

Baca Juga: Personel Gugur saat Ops Ketupat, Kakorlantas Polri Sampaikan Duka Mendalam

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menunggu arus balik pada tanggal 28 dan 29 Maret. Sebisa mungkin mulailah kembali sejak tanggal 25 Maret. Manfaatkan juga diskon tarif tol pada 26 dan 27 Maret agar perjalanan lebih lancar dan nyaman,” pungkasnya.

Load More