Suara.com - Memasuki periode puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang dua, pemerintah menghimbau masyarakat yang masih mudik untuk segera merencanakan perjalanan balik ke kota perantauan masing-masing.
Hal tersebut dimaksudkan supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan yang mengakibatkan kemacetan parah di jalan nasional maupun ruas jalan tol. Selain itu, saat pemudik memutuskan kembali lebih awal bisa menjaga kondisi tubuh tetap fit, siap beraktivitas seperti sedia kala.
Momen mudik lebaran 2026 kali ini terjadi dua gelombang arus mudik dan dua gelombang puncak arus balik. Oleh sebab itu, butuh perencanaan matang saat perjalanan pulang ke perantauan.
Hingga sekarang, berbagai kendaraan baik yang melintas jalur arteri maupun ruas jalan tol masih tetap padat, apalagi yang mengarah pada area Jabodetabek.
Berbagai kendaraan yang memadati beberapa jalan utama tidak lain karena efek libur sekolah, ada kebijakan WFH, WFA sehingga masih terdapat masyarakat belum kembali ke perantauan.
Sesuai dengan proyeksi pemerintah, bahwa akan ada gelombang kedua puncak arus balik lebaran 2026, sehingga banyak kendaraan memadati jalanan pada weekend kali ini.
Periode Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Gelombang Kedua
Padatnya kendaraan meskipun waktu cuti bersama telah usai, mengakibatkan banyak pertanyaan muncul terkait kapan arus balik Lebaran 2026 gelombang dua berlangsung?
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah memprediksi puncak arus balik lebaran 2026 gelombang kedua akan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 dan Minggu, 29 Maret 2026 mendatang. Bahkan, sampai sekarang tercatat ada 42 persen pemudik belum kembali ke Jakarta.
Baca Juga: Korlantas Siapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik 2829 Maret 2026
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menuturkan sisa pergerakan pemudik yang masih sangat besar akan dikelola oleh petugas lapangan. Sebagai upaya untuk memitigasi meningkatnya kendaraan di fase kedua arus balik.
“Dimungkinkan pada tanggal 29 Maret nanti akan ada puncak balik yang kedua. Kami sudah dalam posisi siap,” tutur Agus di hadapan awak media, Kamis (26/3/2026).
Meskipun Operasi Ketupat telah berakhir, Kepolisian tetap memberlakukan skema Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan dengan menyiapkan personel pada beberapa titik penting demi mengatur kelancaran lalu lintas.
Korlantas juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk meminimalkan kemacetan melalui one way sampai contraflow, yang diberlakukan secara parsial maupun nasional.
“Kami sudah menyiapkan emergency plan untuk menerapkan one way sepenggal maupun one way nasional, guna antisipasi kepadatan kendaraan,” jelasnya.
Rekayasa tersebut akan diterapkan secara situasional dengan memantau volume kendaraan real time, khususnya gerbang tol Kalikangkung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan