- Dinas Kehutanan Kalsel melaksanakan program REDD+ 100 hektare di Banjarbaru sejak 27 November 2025 untuk mitigasi emisi.
- Program ini menggabungkan rehabilitasi ekologis dengan penanaman tanaman produktif untuk manfaat ekonomi masyarakat.
- Keberhasilan program sangat bergantung pada pemantauan rutin dan perawatan jangka panjang pasca seremoni penanaman awal.
Pemerintah daerah menilai tantangan terbesar justru berada pada fase pasca-penanaman. Perawatan tanaman, pengawasan lapangan, hingga keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang.
Selain itu, target produksi juga mulai diperhitungkan. Tanaman buah diperkirakan mulai menghasilkan dalam waktu sekitar empat tahun, sementara ulin difungsikan sebagai tanaman naungan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Dalam jangka panjang, hasil dari kawasan ini tidak hanya diarahkan untuk konservasi, tetapi juga sebagai sumber edukasi dan potensi ekonomi berbasis lingkungan.
Sejak 2016 hingga 2025, Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan telah merealisasikan penanaman di lebih dari 160 ribu hektare lahan. Capaian ini menjadi dasar kepercayaan dari mitra internasional, sekaligus tantangan untuk menjaga konsistensi implementasi di lapangan.
Pemerintah daerah menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari luas lahan yang ditanami, tetapi dari keberlanjutan manfaat yang dihasilkan. Dengan pemantauan rutin dan penguatan tata kelola, program REDD+ diharapkan tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek, melainkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam pemulihan hutan dan ketahanan iklim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak