- Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, soroti potensi lonjakan pendatang pasca-Lebaran 2026 yang mengancam lapangan kerja warga Jakarta.
- Kevin desak Pemprov DKI perketat pengawasan dan pendataan akurat pendatang baru melalui Dukcapil hingga tingkat RT/RW.
- Diperlukan kebijakan selektif utamakan pendatang siap kerja dan dorong pelatihan keterampilan bagi warga lokal agar siap bersaing.
Suara.com - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin Wu, memberikan atensi serius terhadap potensi lonjakan pendatang ke ibu kota usai libur Hari Raya Idul Fitri 2026.
“Fenomena lonjakan pendatang pasca-Lebaran ini memang rutin terjadi setiap tahun, dan harus disikapi dengan serius karena dampaknya langsung dirasakan oleh warga Jakarta,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).
Kevin mengkhawatirkan kedatangan warga dari luar daerah dalam jumlah masif akan mempersempit ketersediaan lapangan pekerjaan yang saat ini sudah sangat terbatas.
“Perlu ditegaskan, prioritas utama pemerintah harus tetap pada perlindungan dan kesejahteraan warga Jakarta yang sudah lebih dulu tinggal dan berkontribusi di kota ini. Jangan sampai warga kita sendiri justru semakin terpinggirkan akibat tidak terkendalinya arus pendatang yang masuk,” lanjutnya.
Meskipun Jakarta terbuka bagi siapapun, legislator partai berlambang gajah ini meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap melakukan pengawasan ketat terhadap mobilitas warga luar daerah tersebut.
“Kami di DPRD melihat, Jakarta tidak bisa menutup diri, tetapi juga tidak boleh bersikap terlalu longgar tanpa kontrol. Karena faktanya, banyak pendatang yang datang tanpa keterampilan dan tanpa kepastian kerja. Sehingga, pada akhirnya menambah angka pengangguran, memicu masalah sosial, hingga meningkatkan beban fasilitas publik,” jelas Kevin.
Kevin mengusulkan adanya mekanisme pengendalian yang bertumpu pada pendataan akurat para pendatang baru oleh instansi terkait.
“Kami mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mengambil langkah yang lebih tegas, antara lain dengan memperketat pendataan pendatang baru melalui Dukcapil hingga tingkat RT/RW, serta memastikan bahwa setiap pendatang memiliki identitas jelas, tujuan yang pasti, dan tempat tinggal yang layak,” paparnya.
Selain pendataan, Kevin juga menyarankan adanya kebijakan selektif yang mempertimbangkan kesiapan ekonomi setiap orang yang berniat mengadu nasib di Jakarta.
Baca Juga: 'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri
“Artinya, Jakarta harus mulai mendorong prinsip bahwa yang datang adalah mereka yang siap bekerja dan berkontribusi, bukan yang justru menambah beban kota,” lanjutnya.
Pemprov DKI Jakarta turut didesak untuk memprioritaskan program pelatihan keterampilan serta penciptaan lapangan kerja bagi warga lokal agar mampu bersaing.
“Supaya mereka tidak kalah bersaing di rumahnya sendiri,” pinta Kevin.
Kevin mengingatkan bahwa pengabaian terhadap fenomena tahunan ini dapat memicu konflik sosial yang lebih besar di masa depan.
“Kalau tidak dikelola dengan serius, fenomena ini bisa menjadi bom waktu sosial. Karena itu, pendekatannya tidak cukup hanya administratif, tetapi juga harus strategis dan berpihak,” imbuhnya.
Kevin berharap, pemerintah bertindak sigap agar warga Jakarta tidak hanya menjadi penonton di tengah perputaran ekonomi kotanya sendiri.
“Jakarta harus tetap terbuka, tetapi tidak boleh kehilangan kendali,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?