News / Metropolitan
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:43 WIB
Zebra Cross Pac-Man di Tebet, Jakarta Selatan. (Instagram/@ijoeel)
Baca 10 detik
  • Warga Tebet, Jakarta Selatan, mengubah zebra cross hilang menjadi seni jalanan Pac-Man sebagai bentuk kritik sosial.
  • Dinas Bina Marga mengapresiasi kepedulian warga namun mengingatkan pentingnya standar teknis marka jalan.
  • Zebra cross hilang karena terhapus lapisan aspal baru, Bina Marga menjanjikan pemasangan ulang marka tahun 2026.

Suara.com - Sekelompok warga melakukan aksi kreatif melalui seni jalanan dengan menyulap zebra cross yang telah lama hilang di kawasan Tebet, Jakarta Selatan menjadi arena permainan klasik Pac-Man.

Inisiatif yang dimotori oleh pemilik akun Instagram @ijoeel ini muncul sebagai bentuk kritik sosial atas terhapusnya marka jalan di Jalan Soepomo, Tebet, selama berbulan-bulan.

Kondisi zebra cross yang hilang dianggap sangat membahayakan keselamatan pejalan kaki, terutama bagi jemaat gereja di sekitar lokasi yang sering menyeberang di area ramai kendaraan itu.

Proses pengerjaan dilakukan pada dini hari saat arus lalu lintas mulai lengang, dan diperkirakan selesai sekitar pukul 04.00 pagi.

Para pegiat seni ini tidak hanya memberikan garis putih biasa, tetapi juga menambahkan karakter hantu (ghosts), titik-titik (pellets), hingga karakter utama Pac-Man agar tampilan jalan lebih atraktif.

Menanggapi fenomena viral tersebut, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta memberikan apresiasi terhadap kepedulian masyarakat dalam memperbaiki fasilitas publik.

Namun, pihak otoritas mengingatkan bahwa pembuatan marka jalan harus tetap mengikuti standar teknis dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Hal ini penting untuk memastikan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor, serta mencegah potensi distraksi yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara,” ujar Siti Dinarwenny, Kepala Pusat Data dan Informasi Bina Marga DKI Jakarta, mengutip laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Pihak Bina Marga juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga akibat belum tersedianya fasilitas penyeberangan yang memadai di lokasi tersebut.

Baca Juga: Sejumlah Tiang Listrik di Tebet Miring, Warga Khawatir Roboh Diterpa Angin Kencang

Dinas Bina Marga menjelaskan bahwa marka zebra cross sebelumnya tertutup oleh lapisan aspal baru akibat proyek pemeliharaan jalan dan peningkatan trotoar pada akhir tahun 2025.

“Perlu diketahui, pemasangan kembali marka jalan tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pengaspalan, karena material marka thermoplastic memerlukan kondisi permukaan jalan yang telah melalui masa pengeringan optimal agar dapat melekat dengan baik dan memiliki daya tahan maksimal,” jelas Wenny.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov DKI telah menetapkan lokasi di Jalan Soepomo tersebut sebagai prioritas utama dalam rencana pemeliharaan marka jalan tahun 2026.

Dengan demikian, pelaksanaan pengerjaan zebra cross dengan material standar teknis dijanjikan akan segera terealisasi dalam waktu dekat.

“Dinas Bina Marga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan guna mendukung keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban bagi seluruh pengguna jalan di wilayah DKI Jakarta,” tandas Wenny. 

Load More