-
Serangan AS-Israel menewaskan Pemimpin Iran memicu pembalasan berupa blokade strategis di Selat Hormuz.
-
Ribuan kapal komersial tertahan di Teluk Persia sementara harga energi dunia melonjak drastis.
-
Iran mengizinkan kapal Indonesia, Malaysia, dan negara sahabat melintas melalui jalur koordinasi diplomatik.
Suara.com - Ketegangan militer perang di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Insiden berdarah pada 28 Februari 2026 tersebut menghancurkan berbagai infrastruktur vital di wilayah Iran dan memicu duka nasional yang mendalam.
Laporan resmi mengonfirmasi ribuan nyawa melayang dalam serangan itu, termasuk wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Merespons agresi tersebut, Teheran meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di daratan Timur Tengah.
Langkah defensif Iran tidak berhenti di sana karena mereka mulai memberlakukan pembatasan ketat di jalur navigasi Selat Hormuz.
Kebijakan penutupan jalur ini menciptakan blokade de facto yang melumpuhkan distribusi energi primer dari kawasan Teluk Persia ke pasar internasional.
Dunia kini menghadapi ancaman krisis energi serius lantaran ekspor minyak mentah dan gas alam cair terhambat secara signifikan.
Efek domino dari tersendatnya produksi minyak ini langsung memicu lonjakan harga bahan bakar di berbagai belahan bumi.
Data terkini menunjukkan setidaknya 1.900 kapal komersial terjebak dan tidak dapat bergerak di sekitar perairan Teluk Persia.
Baca Juga: Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump
Ribuan armada laut tersebut terpaksa mematikan mesin dan menjatuhkan jangkar di laut lepas menunggu kepastian izin melintas.
Pihak berwenang di Teheran secara tegas menutup pintu bagi seluruh kapal yang memiliki keterkaitan dengan entitas Amerika Serikat maupun Israel.
Meskipun demikian, akses tetap terbuka bagi kapal dari negara-negara yang menjaga hubungan diplomatik baik dengan pihak Iran.
"Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Pernyataan diplomatik tersebut menegaskan bahwa navigasi hanya diberikan kepada pihak yang tidak memiliki agenda permusuhan terhadap kedaulatan Iran.
Araghchi menambahkan bahwa Teheran tidak punya alasan untuk mengizinkan "kapal-kapal musuh" melewati Selat Hormuz.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno