-
Serangan AS-Israel menewaskan Pemimpin Iran memicu pembalasan berupa blokade strategis di Selat Hormuz.
-
Ribuan kapal komersial tertahan di Teluk Persia sementara harga energi dunia melonjak drastis.
-
Iran mengizinkan kapal Indonesia, Malaysia, dan negara sahabat melintas melalui jalur koordinasi diplomatik.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, secara aktif melakukan komunikasi tingkat tinggi guna membebaskan armada tanker milik negaranya.
Anwar Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas kebijakan yang mengizinkan kapal Malaysia melanjutkan pelayaran.
"Sekarang kami sedang dalam proses melepaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," kata Anwar dalam pidato di televisi, Kamis (26/3).
Namun, Anwar mengakui bahwa proses diplomasi di tengah situasi perang ini sangat kompleks dan penuh dengan kecurigaan.
"Namun, ini tidak mudah karena Iran merasa telah berkali-kali ditipu dan sulit menerima langkah menuju perdamaian tanpa perjanjian yang mengikat dan jaminan keamanan," katanya menambahkan.
Langkah serupa diambil oleh Pemerintah Thailand yang berhasil mengamankan jalur pulang bagi kapal tanker Bangchak Corporation.
Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyebutkan bahwa koordinasi teknis telah dilakukan dengan otoritas keamanan di Iran.
Keberhasilan diplomasi ini terlihat saat kapal Bangchak dilaporkan telah keluar dari zona berbahaya Selat Hormuz pada 23 Maret.
Kini, pihak Thailand sedang berupaya mendapatkan izin serupa untuk kapal yang dioperasikan oleh perusahaan SCG Chemicals.
Baca Juga: Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump
Bangkok terus menyerahkan rincian manifest kapal secara transparan guna memastikan keselamatan kru dan kargo selama melintasi area konflik.
Negara Bangladesh juga masuk dalam daftar negara yang mendapatkan kelonggaran akses meskipun komunikasi resmi masih terus disempurnakan.
Otoritas terkait di Bangladesh menyatakan bahwa kapal mereka tidak terkena restriksi karena dianggap sebagai negara yang tidak memiliki sentimen permusuhan.
Di sisi lain, Iran juga membuka peluang besar bagi kapal-kapal asal Jepang untuk bisa berlayar melewati Selat Hormuz secara aman.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa koordinasi keamanan menjadi syarat mutlak bagi armada Jepang jika ingin melintas.
"Kami belum menutup selat tersebut. Selat itu terbuka," kata Araghchi dalam wawancara telepon dengan Kyodo News, Jumat (20/3).
Dalam berbagai kesempatan diplomasi, Iran menekankan bahwa pembatasan jalur laut adalah konsekuensi dari serangan yang mereka terima.
Teheran menyatakan tidak memiliki ambisi untuk menutup jalur energi global secara permanen selama keamanan nasional mereka terjamin.
Abbas Araghchi menegaskan bahwa posisi Iran saat ini adalah menuntut penghentian total segala bentuk agresi militer di wilayah mereka.
Dia juga menekankan bahwa Iran, yang diserang oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari, tidak menginginkan "gencatan senjata, melainkan pengakhiran perang yang lengkap, komprehensif, dan langgeng."
Otoritas Iran tetap bersiaga penuh di sepanjang garis pantai untuk memantau setiap pergerakan kapal yang mendekati Selat Hormuz.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau nasib dua kapal tanker Pertamina yang sempat tertahan di sana.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengonfirmasi adanya sinyal positif dari otoritas Iran terkait permohonan Indonesia.
KBRI Teheran secara intensif melakukan lobi agar aspek keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian situasi.
"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl merespons pertanyaan ANTARA terkait perkembangan negosiasi kapal tanker Pertamina, di Jakarta, Jumat.
Kini pihak teknis sedang mengatur jadwal operasional agar kapal Pertamina dapat keluar dari Selat Hormuz tanpa kendala keamanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno