- Kelompok Houthi resmi terlibat konflik Iran-Israel dengan meluncurkan serangan rudal balistik ke wilayah Israel.
- Juru bicara Houthi mengumumkan serangan pada Sabtu (28/3/2026) dan menegaskan aksi akan terus berlanjut.
- Houthi sebelumnya telah menyerang lebih dari 100 kapal dagang vital di Laut Merah sejak akhir 2023.
Suara.com - Kelompok Houthi di Yemen kini resmi terlibat dalam konflik yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Keterlibatan ini ditandai dengan peluncuran rudal balistik ke wilayah Israel, yang menjadi serangan pertama mereka sejak perang pecah.
Serangan tersebut diumumkan langsung oleh juru bicara militer Houthi, Yahya Saree melalui siaran televisi Al Masirah pada Sabtu (28/3/2026). Ia menegaskan bahwa aksi militer ini bukan yang terakhir.
“Serangan akan berlanjut hingga tujuan yang dinyatakan tercapai, seperti yang dinyatakan dalam pernyataan sebelumnya oleh angkatan bersenjata, dan hingga agresi terhadap semua front perlawanan berhenti,” kata Saree, dikutip dari Al Jazeera.
Di sisi lain, militer Israel mengklaim berhasil mencegat satu rudal yang diluncurkan oleh Houthi sebelum mencapai targetnya.
Sinyal keterlibatan kelompok ini sebenarnya sudah terlihat sehari sebelumnya.
Pada Jumat (27/3/2026), Saree menyebut bahwa pihaknya menargetkan lokasi militer sensitif di wilayah selatan Israel.
Tak lama setelah itu, sirene peringatan serangan udara berbunyi di sejumlah wilayah, termasuk sekitar Beer Sheba dan area dekat pusat penelitian nuklir Israel.
Peringatan tersebut terdengar berulang kali dari Jumat malam hingga Sabtu pagi.
Baca Juga: Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?
Situasi ini terjadi bersamaan dengan gelombang serangan yang juga dilancarkan Iran dan kelompok Hezbollah ke wilayah Israel sepanjang malam.
Houthi sendiri telah menguasai ibu kota Sana’a sejak 2014. Meski sebelumnya tidak terlibat langsung dalam konflik Iran-Israel, kelompok ini memiliki rekam jejak panjang dalam menyerang jalur perdagangan global.
Selama konflik Israel-Hamas, mereka beberapa kali menargetkan kapal dagang di Laut Merah yang merupakan jalur vital perdagangan dunia.
Jalur ini dilalui barang dengan nilai sekitar 1 triliun dolar AS setiap tahunnya.
Dalam periode November 2023 hingga Januari 2025, Houthi dilaporkan telah menyerang lebih dari 100 kapal dagang menggunakan rudal dan drone, menunjukkan kapasitas militernya yang signifikan dalam mengganggu stabilitas kawasan.
Berita Terkait
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif
-
Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump
-
Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif
-
Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer
-
Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme
-
Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan
-
Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
-
Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya
-
El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati
-
Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?
-
Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI