-
Tiga prajurit TNI gugur di Lebanon akibat ledakan di wilayah konflik bersenjata aktif.
-
Militer Israel menyelidiki keterlibatan Hizbullah dan pasukannya sendiri terkait insiden maut tersebut.
-
Menlu Sugiono mendesak Dewan Keamanan PBB segera gelar sidang darurat demi keamanan prajurit.
Suara.com - Pihak militer Israel akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai peristiwa tragis yang menimpa pasukan perdamaian PBB.
Tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Lebanon selatan.
Otoritas pertahanan Israel mengklaim telah menginisiasi proses pemeriksaan terhadap dua kejadian terpisah yang merenggut nyawa prajurit tersebut.
Langkah ini diambil guna memastikan penyebab pasti dari ledakan yang menghancurkan kendaraan serta posisi pasukan Indonesia.
Israel menekankan bahwa proses peninjauan ini sangat krusial untuk membedah fakta di lapangan yang sebenarnya terjadi.
“Insiden-insiden ini sedang ditinjau secara menyeluruh untuk memperjelas situasinya dan menentukan apakah akibat aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF (Israel Defense Forces)," ungkap Militer Israel.
Pernyataan tersebut disiarkan melalui kanal resmi mereka sebagai bentuk respons terhadap kecaman dunia internasional atas insiden itu.
Pihak Israel berargumen bahwa lokasi kejadian merupakan zona konflik yang sangat panas antara mereka dengan kelompok Hizbullah.
Kondisi geografis di Lebanon selatan saat ini memang dipenuhi oleh pergerakan operasional militer dari kedua belah pihak.
Baca Juga: Keluarga Netanyahu Disorot! Istri Stres, Anak-anak Jadi Korban Bullying
Oleh karena itu, Israel tidak mau langsung disalahkan atas gugurnya para prajurit yang berasal dari Indonesia tersebut.
“Oleh karena itu, tidak dapat langsung diasumsikan bahwa insiden yang menimpa pasukan UNIFIL disebabkan oleh IDF,” jelas pernyataan itu.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa dua anggota TNI kehilangan nyawa dalam sebuah serangan mematikan di kawasan Bani Hayyan.
Jean-Pierre Lacroix selaku Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB secara resmi telah mengonfirmasi identitas para korban sebagai warga Indonesia.
Kendaraan yang digunakan oleh tim medis dan penjaga perdamaian tersebut hancur total akibat kekuatan ledakan yang sangat masif.
Hingga saat ini, sumber asli ledakan di wilayah Lebanon selatan tersebut masih dikategorikan sebagai misteri yang belum terpecahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel
-
Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah