- Dua prajurit perdamaian Indonesia tewas akibat ledakan konvoi logistik UNIFIL dekat Bani Hayyan, Lebanon, pada 30 Maret 2026.
- Satu prajurit Indonesia meninggal sehari sebelumnya akibat ledakan di pangkalan UNIFIL Ett Taibe, wilayah Sektor Timur.
- PBB mengutuk keras insiden tersebut, menegaskan perlunya penghentian serangan, serta menekankan solusi politik bukan militer.
Suara.com - Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian di Lebanon. Dua prajurit Indonesia yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi pada hari yang sama, menyusul satu korban jiwa sehari sebelumnya.
Insiden terbaru terjadi setelah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, wilayah Sektor Timur Lebanon. Selain dua korban tewas, dua penjaga perdamaian lainnya juga dilaporkan mengalami luka.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, menyebut situasi di lapangan semakin berbahaya bagi pasukan yang bertugas.
“Para penjaga perdamaian kami tetap berada di lapangan, menjalankan tugas yang diamanatkan oleh Dewan Keamanan, dalam kondisi yang sangat berbahaya ini,” kata Lacroix dalam pengarahan kepada wartawan di New York, 30 Maret 2026.
Sehari sebelum insiden tersebut, satu prajurit Indonesia lainnya juga meninggal dunia akibat ledakan di dalam pangkalan UNIFIL di Ett Taibe, yang masih berada di sektor yang sama. Satu korban lainnya dalam kondisi kritis dan telah dievakuasi ke Beirut.
PBB mengecam keras rangkaian serangan tersebut dan menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target.
“Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini. Penjaga perdamaian tidak boleh pernah menjadi sasaran,” ujar Lacroix.
Ia menambahkan, pihak UNIFIL saat ini tengah melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kematian para korban. PBB juga meminta semua pihak menghentikan tindakan yang membahayakan pasukan di lapangan.
“Semua tindakan yang membahayakan penjaga perdamaian harus segera dihentikan,” tegasnya.
Baca Juga: Profil Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Tewas karena Serangan Israel di Lebanon
Di tengah meningkatnya eskalasi, PBB juga menyoroti pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan 1701 yang selama ini menjadi dasar gencatan senjata di wilayah tersebut.
“Kami melihat berbagai pelanggaran terhadap resolusi 1701,” kata Lacroix, merujuk pada serangan lintas batas serta keberadaan pasukan Israel di wilayah Lebanon.
Ia menegaskan bahwa konflik yang terjadi tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan militer.
“Tidak ada solusi militer. Yang dibutuhkan adalah solusi politik,” ujarnya.
PBB menyatakan komunikasi dengan Indonesia terus dilakukan, sementara koordinasi di lapangan tetap berjalan untuk menghindari bentrokan dalam pergerakan pasukan, termasuk pengiriman logistik dan dukungan bagi warga sipil.
Di tengah situasi yang memburuk, Lacroix kembali mengingatkan risiko yang dihadapi para penjaga perdamaian yang bertugas jauh dari tanah air.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Daftar Orang Penting Iran Dibunuh Amerika dan Israel dalam Sebulan Perang
-
Sampah Menggunung di TPS Rawadas, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Akses Terganggu
-
Direktur Maktour Diduga Beri Gus Alex dan Pejabat Kemenag Ribuan Dolar AS Demi Kuota Haji Khusus
-
Libur Paskah 2026, BNI Siapkan Layanan Terbatas dan Digital 24 Jam
-
Ketegangan Memuncak! Prancis Desak Rapat Darurat DK PBB Usai 3 Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon
-
Kata-kata UNIFIL soal 2 Personel TNI Tewas karena Ledakan di Lebanon
-
Detik-detik 2 Personel TNI Tewas di UNIFIL Lebanon
-
Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak
-
Spesifikasi Kapal RFA Lyme Bay Milik Inggris yang Akan Menjadi Benteng Drone di Selat Hormuz
-
Selain BBM, Harga HP Kemungkinan Bakal Naik Karena Perang Iran