-
Tiga prajurit TNI gugur di Lebanon akibat ledakan di wilayah konflik bersenjata aktif.
-
Militer Israel menyelidiki keterlibatan Hizbullah dan pasukannya sendiri terkait insiden maut tersebut.
-
Menlu Sugiono mendesak Dewan Keamanan PBB segera gelar sidang darurat demi keamanan prajurit.
Kejadian di Bani Hayyan ini menyusul peristiwa memilukan yang terjadi tepat satu hari sebelumnya di lokasi berbeda.
Seorang prajurit bernama Praka Farizal Rhomadhon telah lebih dulu dinyatakan gugur akibat terkena hantaman proyektil yang meledak.
Lokasi jatuhnya proyektil tersebut berada sangat dekat dengan pos pertahanan Indonesia yang terletak di desa Adchit Al Qusayr.
Rangkaian peristiwa berdarah ini memicu gelombang kemarahan dari pimpinan tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa serta pemerintah pusat di Jakarta.
Antonio Guterres selaku Sekretaris Jenderal PBB memberikan pernyataan keras terkait perlindungan terhadap seluruh personel militer yang bertugas di sana.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengambil langkah diplomasi cepat dengan menuntut diadakannya pertemuan darurat oleh Dewan Keamanan PBB.
Indonesia memandang bahwa keselamatan prajurit di medan tugas internasional merupakan prioritas utama yang tidak bisa diganggu gugat.
"Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar dan harus dijunjung tinggi setiap saat," tulis Sugiono.
Unggahan resmi melalui media sosial tersebut menegaskan posisi Indonesia yang tidak akan tinggal diam atas hilangnya nyawa prajuritnya.
Baca Juga: Keluarga Netanyahu Disorot! Istri Stres, Anak-anak Jadi Korban Bullying
UNIFIL sendiri memiliki peran vital dalam memantau garis demarkasi yang memisahkan kedaulatan antara wilayah Lebanon dan pihak Israel.
Wilayah perbatasan ini memang sering kali menjadi titik pusat baku tembak antara milisi pendukung Iran dan tentara Israel.
Saat ini terdapat sekitar sepuluh ribu personel penjaga perdamaian yang dikerahkan dari berbagai negara di seluruh dunia.
Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar dengan mengirimkan setidaknya seribu dua ratus prajurit TNI ke wilayah tersebut.
Kehadiran TNI di Lebanon merupakan bagian dari komitmen konstitusional bangsa dalam menjaga perdamaian abadi di tingkat global.
Dunia kini menanti transparansi hasil investigasi agar keadilan bagi para prajurit yang gugur dapat segera ditegakkan seadil-adilnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel
-
Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah
-
Singgung Nasib Bambang Tri hingga Jonan, Sobary Beberkan Cara Jokowi Matikan Karier Politik Lawan