- Jurnalis Muhammad Husein mengkritik Presiden Prabowo terkait jaminan keamanan Israel menyusul gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.
- Husein menyoroti fakta prajurit gugur tanpa respons dari Israel dan menuntut revolusi diplomasi pemerintah Indonesia.
- Tiga usulan Husein meliputi tinjau ulang hubungan diplomatik, cabut izin perusahaan terafiliasi Israel, dan tindak turis pro-Zionis.
Suara.com - Gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon memicu reaksi keras dari jurnalis internasional dan aktivis kemanusiaan, Muhammad Husein.
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @mhuseingazaofficial, Selasa (31/3/2026), Husein melontarkan kritik tajam yang langsung menyasar pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait arah diplomasi Indonesia.
Husein mengungkit kembali komitmen Presiden Prabowo yang pernah menyinggung jaminan keamanan bagi Israel di panggung dunia.
"Teman-teman, dalam waktu hanya 2 hari, tiga prajurit terbaik bangsa kita gugur syahid, dibunuh oleh kebiadaban Zionis Israel. Pertanyaannya sekarang sederhana: Pak Presiden, masihkah kita akan berbicara tentang menjamin keamanan Israel?" ujar Hussein dalam videonya, dikutip Selasa (31/3/2026).
Sebagai informasi, tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Sentilan Husein ini merujuk pada potongan pernyataan Presiden Prabowo saat menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York, September 2025 silam.
Kala itu, Presiden menyatakan bahwa perdamaian Timur Tengah hanya bisa tercapai jika keamanan Israel turut dijamin.
Bagi Husein, realita di lapangan justru menunjukkan ketidakadilan yang timpang. Israel dinilai sama sekali tidak memiliki niat untuk menghormati pasukan perdamaian PBB (UNIFIL), termasuk personel dari Indonesia.
"Bagi saya ini bukan sekadar tragedi, ini adalah sebuah penghinaan. Setelah membunuh putra-putra terbaik bangsa kita di Lebanon secara biadab dan secara jahat, apa respons Israel? Tidak ada. Tidak ada permintaan maaf, tidak ada klarifikasi, dan tidak ada pertanggungjawaban. Seolah-olah nyawa prajurit Indonesia itu tidak ada harganya," tegas aktivis yang lama menetap di Gaza tersebut.
Baca Juga: 5 Fakta Gugurnya 3 Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
Mendesak Revolusi Diplomasi
Husein juga menekankan bahwa pola kekejaman yang menimpa prajurit TNI adalah cerminan dari wajah asli agresi Israel di Gaza.
Ia pun mendesak pemerintah untuk segera merevisi arah politik luar negeri Indonesia secara radikal.
Menurutnya, narasi bahwa Israel butuh perlindungan adalah kekeliruan besar.
"Bukan Israel ternyata yang memerlukan dari kita jaminan keamanannya. Justru dunia, termasuk Indonesia, yang harus dijamin keamanannya dari kejahatan rezim Zionis Israel dan sekutunya," ungkap Hussein.
Tak berhenti pada kritik, Husein mengusulkan tiga langkah yang ia nilai perlu diambil demi menjaga harga diri bangsa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Lalu Lintas Tol Jakarta Pagi Ini Semrawut, Kecelakaan Beruntun hingga Contraflow Picu Kemacetan
-
Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT ke-80 Bhayangkara
-
Viral Mahasiswa Unisa Yogya Diduga Kenakan Busana Perempuan dan Masuk Toilet Mahasiswi
-
LPDB Koperasi Terapkan Zero Tolerance Pungli dan Penipuan, Pelanggaran Diproses Tegas Secara Hukum
-
Transportasi Jerman Lumpuh Akibat Gelombang Panas, Jalan Tol Retak-retak
-
Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara
-
Italia Siaga Gelombang Panas, 4 Orang Sudah Jadi Korban Tewas
-
Di Tengah Gejolak Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi
-
Panas Lagi, Iran Ancam Kembali Tutup Selat Hormuz
-
Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri ke KPK