- Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, bersyukur atas visi Presiden Prabowo di Rakernas PAN Jakarta, Selasa (31/3/2026).
- PAN konsisten mendukung Prabowo selama 15 tahun, kini terbayar dengan realisasi visi swasembada strategis nasional.
- Partai Amanat Nasional mendapat kepercayaan mengawal kedaulatan pangan melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Suara.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), menekankan rasa syukur mendalam partainya atas kepemimpinan dan visi Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan Zulhas dalam sambutannya pada pembukaan Rakernas I dan Halal Bihalal internal PAN di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Zulhas mengawali sambutannya dengan memaparkan kondisi dunia yang tengah dilanda krisis, mulai dari darurat energi di Filipina, antrean BBM di India dan Pakistan, hingga krisis bahan bakar di Amerika Latin dan Australia.
Di tengah guncangan global tersebut, Zulhas menegaskan PAN patut bersyukur karena Indonesia memiliki pemimpin yang visioner.
"Kita bersyukur, karena inilah sebetulnya yang selalu dibicarakan Presiden kita. Kita bersyukur punya presiden yang visinya melampaui jauh waktu itu. Bahkan, banyak yang menertawakan, termasuk kita juga ragu awalnya. Orang aman kok bilang perang? Tapi ceritanya Pak Prabowo soal perang, dan itu betul-betul terjadi sekarang," ujar Zulhas.
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga menyinggung perjalanan panjang PAN yang konsisten mendukung Prabowo selama 15 tahun terakhir.
Meski sempat mengalami kekalahan berulang, PAN tetap bertahan hingga akhirnya meraih hasil dari kesetiaan tersebut.
"PAN ini mendukung Pak Prabowo sudah 15 tahun. Masa menangnya cuma lima tahun? Kalah terus selama 15 tahun, tapi tetap bertahan," selorohnya di hadapan kader.
Ia menambahkan, keraguan publik di masa lalu terhadap gagasan Prabowo kini terjawab oleh realita krisis pangan dan energi global.
Baca Juga: Zulhas di Rakernas PAN: Konflik Israel-Iran 'Biadab' dan Di Luar Batas Kemanusiaan
Menurutnya, Indonesia tidak boleh lagi terlena dengan kebijakan impor yang selama ini “menidurkan” kemandirian bangsa.
Zulhas menegaskan program swasembada pangan, swasembada energi, dan hilirisasi yang diusung Prabowo merupakan kebijakan fundamental yang strategis bagi kedaulatan Indonesia.
"Kita harus swasembada pangan, swasembada energi. Dulu tidak dipercaya, tapi sekarang terbukti penting. Kita juga harus hilirisasi. Ini adalah kebijakan mendasar, visioner, dan sangat strategis," jelasnya.
Rasa syukur PAN semakin lengkap karena partai tersebut mendapat kepercayaan untuk mengawal program-program strategis tersebut.
Zulhas menyebut koordinasi kebijakan kedaulatan pangan kini berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang dipimpinnya.
"Hampir semua program tadi diserahkan koordinasinya kepada Kemenko Pangan, yang juga dipimpin Ketua Umum PAN," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Zulhas di Rakernas PAN: Konflik Israel-Iran 'Biadab' dan Di Luar Batas Kemanusiaan
-
Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara
-
Pengamat UGM Nilai Keputusan Tahan Harga BBM Tepat, Jaga Daya Beli di Tengah Tekanan Global
-
Cara Menyetel Karburator Motor agar Irit Bensin, Jadi Lebih Hemat BBM
-
DPR Minta Warga Tak Panik, Harga BBM Dipastikan Tetap Stabil
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
KPK Ungkap Tersangka Kasus Haji Ketum Kesthuri Berada di Arab Saudi
-
Orang Kepercayaan Riza Chalid Bantah Desak Pertamina Sewa Terminal BBM PT OTM
-
Kejar Bukti Tambahan, KPK Tambah Durasi Penahanan Eks Menag Gus Yaqut 40 Hari ke Depan
-
Terbongkar! Rahasia Cairan Black Dollar WNA Liberia yang Kuras Rp1,6 Miliar: Cuma Air Detergen
-
Zulhas di Rakernas PAN: Konflik Israel-Iran 'Biadab' dan Di Luar Batas Kemanusiaan
-
Perubahan Iklim Tekan Produksi Pangan, BRIN Dorong Adaptasi dan Mitigasi
-
SPPG Kemayoran Distribusikan Makan Bergizi Gratis, Libatkan 70% Warga Sekitar
-
Diproduksi dalam Kamar Hotel Bogor, Polisi Bongkar Praktik Pembuatan Uang Palsu
-
5 Fakta Gugurnya 3 Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
-
Pemerintah Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Minta Kewaspadaan Ditingkatkan