- Petinggi KPK mengunjungi Bareskrim Polri di Jakarta pada 2 Maret 2026 untuk memperkuat koordinasi penanganan perkara korupsi.
- Pertemuan antara KPK dan Kortas Tipidkor Polri bertujuan menyelaraskan langkah serta meningkatkan efektivitas pemberantasan tindak pidana korupsi.
- Kedua lembaga belum mengungkapkan detail kasus yang dibahas karena seluruh perkara masih dalam tahap awal penyelidikan.
Suara.com - Petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis (2/3/2026) siang.
Kedatangan tim lembaga antirasuah ini disebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi dengan jajaran Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri dalam menangani sejumlah perkara.
Pantauan di lokasi, hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu dan Direktur Penyelidikan KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto. Keduanya langsung menemui Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto.
Asep menjelaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bagian dari upaya menyelaraskan langkah antara KPK dan Polri. Menurutnya, pemberantasan korupsi memerlukan kerja sama lintas institusi yang solid.
"Itu tentunya koordinasi terkait penanganan perkara. Kenapa? Karena tindak pidana korupsi itu tidak bisa ditangani hanya oleh satu institusi saja," kata Asep kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2026).
Lebih lanjut, Asep juga menekankan pentingnya pelibatan berbagai pihak dalam memutus rantai kejahatan korupsi di Indonesia.
"Tentunya kami baik KPK, Polri, maupun kejaksaan serta didukung stakeholder lain itu bersama-sama untuk menangani tindak pidana korupsi. Jadi, ini dalam rangka koordinasi dan komunikasi," sambungnya.
Meski demikian, pihak KPK masih menutup rapat mengenai detail kasus yang sedang dibahas bersama Polri tersebut. Asep berdalih bahwa perkara yang tengah dikoordinasikan masih dalam tahap yang sangat awal.
"Ada beberapa perkara yang sedang kita komunikasikan tapi karena ini masih tahap awal belum bisa kami sampaikan ya sekarang," tuturnya.
Baca Juga: KPK Bantah Minta CCTV Rumah Ono Surono Dimatikan Saat Penggeledahan
Senada dengan Asep, Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto juga membenarkan bahwa pertemuan antar-institusi penegak hukum ini merupakan upaya untuk meningkatkan efektivitas penanganan kasus korupsi.
"Dalam rangka meningkatkan Koordinasi & sinergisitas Kortas dengan KPK terhadap beberapa penangan perkara," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing
-
Luka Bakar 47 Persen! Istri Siri Dipaksa Anggota Polisi Buat Sabu hingga Disiram Air Keras
-
Bea Cukai Pakai Jebakan Canggih Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkoba Kuncup Bunga
-
Tak Puas Vonis 10 Tahun! Kejagung Banding dan Persoalkan Tahanan Rumah Nadiem Makarim
-
Divonis 10 Tahun, Kenapa Hakim Andi Saputra Ingin Nadiem Makarim Bebas?
-
Pilot AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi
-
Daftar Penumpang Pesawat AMA Korban Serangan KKB di Yahukimo, Pilot Asal AS Tewas
-
OTT Lagi! KPK Tangkap Bupati Langkat, Operasi Senyap ke-15 Sepanjang 2026
-
Menkeu Mengatakan Pemerintah Mulai Cabut Subsidi BBM Pekan Depan
-
Sering Bikin Kaget! MRT Rem Mendadak di Jalur Senayan-ASEAN Ternyata Akibat Gangguan Sinyal