-
Austria resmi menolak izin penggunaan wilayah udara bagi militer AS untuk menyerang Iran.
-
Presiden Trump mengecam NATO pengecut karena dianggap tidak membantu pengamanan di Selat Hormuz.
-
Aturan hukum Amerika membatasi langkah Trump jika ingin keluar dari keanggotaan aliansi NATO.
Konfrontasi bersenjata antara pihak Amerika-Israel melawan Iran telah pecah sejak akhir Februari tahun 2026.
Operasi udara tersebut memicu jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar yang mencapai angka ribuan orang.
Salah satu korban yang dikonfirmasi tewas adalah pemimpin tertinggi negara Iran pada masa itu yakni Ali Khamenei.
Teheran segera melancarkan aksi balasan dengan mengerahkan gelombang pesawat tanpa awak serta proyektil rudal.
Serangan balasan tersebut menyasar objek vital milik Amerika Serikat di Yordania hingga beberapa negara Teluk.
Dampak dari saling serang ini merembet pada kekacauan jadwal penerbangan sipil dan pasar keuangan global.
Kondisi infrastruktur di berbagai titik strategis dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat hantaman senjata berat tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bereaksi keras terhadap situasi yang berkembang di perairan internasional saat ini.
Ia mendesak agar negara-negara yang tergabung dalam NATO menunjukkan keberanian mereka dalam menghadapi krisis ini.
Baca Juga: Nekat Mau Bunuh Donald Trump Sampai Rata dengan Tanah, Pria Massachusetts Ini Akhirnya Ditangkap
“They must be brave, and they should go in and they should send their ships in, and enjoy it,” kata Trump kepada harian Politico, Kamis.
Trump memberikan pernyataan yang meragukan peran kolektif aliansi pertahanan tersebut dalam mengamankan jalur pelayaran.
Saat ini akses utama di Selat Hormuz berada dalam kendali penuh militer Iran sebagai bentuk defensif.
Presiden ke-47 Amerika Serikat itu mengaku tidak terlalu memikirkan dukungan dari para mitra aliansinya tersebut.
Keresahan Trump dipicu oleh macetnya distribusi minyak dunia yang mencapai puluhan juta barel setiap harinya.
Trump berpendapat bahwa negara-negara pengguna energi harus aktif dalam membuka kembali blokade di Selat Hormuz.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Dikritik DPR soal Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Minta Maaf dan Janji Evaluasi
-
Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
-
Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit
-
Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran
-
Kasus Amsal Sitepu: Hinca Panjaitan Desak Kajari Dicopot dan Kapuspen Kejagung Minta Maaf
-
Menteri Pertahanan Malaysia Janji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit hingga Cedera Otak
-
Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran
-
Negara Timur Tengah Siaga Satu Hadapi Hujan Drone Iran, Sasar Bandara Kuwait Hingga Perbankan Arab
-
Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran
-
Donald Trump Desak NATO Kirim Kapal ke Selat Hormuz