News / Internasional
Jum'at, 03 April 2026 | 07:25 WIB
Drone Shahed 136 milik Iran. (Tasnim)
Baca 10 detik
  • Iran mulai mengincar institusi sipil dan fasilitas publik di berbagai negara Teluk Arab saat ini.

  • Perusahaan teknologi raksasa seperti Google dan Apple masuk dalam daftar target serangan Garda Revolusi.

  • Warga Kuwait dan Arab Saudi dalam kondisi siaga akibat hujan drone dan rudal balistik Iran.

Suara.com - Kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah saat ini berada dalam level yang sangat mengkhawatirkan.

Penduduk setempat mulai merasakan kecemasan mendalam akibat eskalasi serangan yang diluncurkan oleh pihak Iran.

Fokus gempuran kini tidak lagi hanya menyasar pangkalan militer atau aset tempur Amerika Serikat semata.

Berbagai institusi sipil dan fasilitas publik di wilayah tersebut mulai menjadi sasaran empuk proyektil Iran.

Situasi mencekam ini dilaporkan langsung oleh koresponden media internasional yang berada di lapangan saat ini.

Suara sirene tanda bahaya terus bergema tanpa henti di berbagai sudut kota besar Timur Tengah.

Peringatan darurat ini muncul secara konsisten sejak konflik terbuka pecah pada akhir Februari tahun 2026.

Intensitas serangan udara tercatat mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.

Negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, hingga Kuwait terus disibukkan oleh ancaman di ruang udara.

Baca Juga: Sempat Jadi Lawan Timnas Indonesia, 4 Negara ini Lolos ke Piala Dunia 2026

Tim pertahanan udara harus bekerja ekstra keras menghalau gelombang pesawat tanpa awak dan rudal balistik.

Pihak berwenang di Arab Saudi mengonfirmasi adanya upaya infiltrasi udara yang dilakukan oleh militer lawan.

Kementerian Pertahanan setempat berhasil melumpuhkan sedikitnya empat drone dalam operasi pemantauan yang sangat singkat.

Sebelumnya sebuah rudal balistik yang menyasar kawasan timur juga berhasil dihancurkan sebelum menyentuh daratan Arab.

Di tempat lain otoritas keamanan Bahrain segera menginstruksikan warga untuk segera mencari lokasi perlindungan aman.

Langkah preventif ini diambil setelah sistem radar mendeteksi adanya pergerakan objek asing yang sangat mencurigakan.

Load More