-
Radar AN/TPY-2 milik Amerika Serikat hancur akibat serangan rudal Iran di Arab Saudi.
-
Donald Trump mengancam akan menarik Amerika Serikat keluar dari keanggotaan aliansi NATO.
-
Kerugian akibat rusaknya radar sistem THAAD tersebut ditaksir mencapai angka Rp2,31 triliun.
Ketegangan militer ini ternyata merembet ke ranah diplomasi internasional antara Amerika dan sekutu Barat.
Duta Besar AS untuk NATO Matthew Whitaker kini mendesak anggota aliansi memberikan penjelasan tegas.
Washington menuntut bukti nyata mengenai manfaat keberadaan NATO bagi kepentingan nasional Amerika Serikat saat ini.
Ketidakpuasan ini muncul karena sekutu di Eropa dianggap terlalu lamban dalam memberikan dukungan militer.
Amerika merasa bekerja sendirian sementara negara Eropa hanya sibuk melakukan dialog tanpa aksi nyata.
"Presiden akan membuat keputusan. Dia akan mengatakan apakah Amerika Serikat akan melanjutkan hubungan ini atau tidak," kata Whitaker kepada Fox News.
Perselisihan ini semakin meruncing setelah NATO enggan terlibat dalam operasi militer melawan kekuatan Iran.
Presiden Donald Trump bahkan menyatakan secara terbuka bahwa dirinya sedang menimbang opsi keluar dari NATO.
Sikap pasif dari para sekutu dianggap sebagai kesalahan besar yang tidak akan dilupakan Washington.
Baca Juga: JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?
Pihak Gedung Putih menilai bahwa hubungan kerja sama di dalam aliansi sudah tidak lagi seimbang.
Bagi Trump keberhasilan operasi militer merupakan tolok ukur kesetiaan negara-negara anggota terhadap Amerika Serikat.
Karena merasa tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan Amerika menyatakan tidak lagi membutuhkan peran NATO.
Dalam waktu dekat Matthew Whitaker dijadwalkan terbang ke Washington untuk membahas hal krusial ini.
Ia akan mendampingi Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte untuk melakukan pertemuan intensif dengan Presiden Trump.
Pertemuan tersebut diprediksi akan menjadi penentu apakah Amerika tetap bertahan atau memutus hubungan.
Kehancuran radar THAAD di Arab Saudi menjadi bukti nyata kerentanan pertahanan AS tanpa dukungan kolektif.
Dunia internasional kini menanti langkah apa yang akan diambil oleh pemimpin Amerika Serikat selanjutnya.
Konflik di Timur Tengah telah membuka mata banyak pihak mengenai rapuhnya stabilitas politik dunia.
Kini semua pihak berharap ketegangan ini tidak berujung pada peperangan yang lebih luas lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor
-
Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?
-
Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'
-
Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan
-
Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional
-
KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total
-
Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat
-
Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas