- JP Morgan memproyeksikan harga minyak bisa mencapai USD 120–130 per barel, bahkan tembus USD 150 jika gangguan pasokan berlanjut.
- Gangguan di jalur vital energi global ini dapat memicu krisis pasokan minyak dunia dan menjaga harga tetap tinggi.
- Jika harga minyak tinggi bertahan lama, daya beli bisa turun dan risiko resesi global meningkat.
Suara.com - Lembaga riset dan analisis pasar global, JP Morgan memproyeksikan harga minyak dunia dapat melonjak mencapai USD 120-130 per barel dalam waktu dekat ini.
Bahkan, harga minyak duniabisa menyentuh level USD 150 per barel, jika aliran pasokan melalui Selat Hormuz tetap terganggu hingga pertengahan Mei.
Mengutip dari Investing, lembaga perbankan ini mellihat gangguan di selat Hormuz bisa berakhir melalui meja perundingan. Akan tetapi, sleluruh dunia akan menghadapi krisis pasokan minyak.
JP Morgan menilai, harga 100 dolar AS per barel ini bisa berhatahan selama kuartal II-2026. Namun, lambat laun bisa melandai pada semester kedua seiring dibukanya kembali akses Selat Hormuz dan stabilnya cadangan minyak global.
JP Morgan memperingatkan bahwa durasi dan level kenaikan harga minyak akan sangat menentukan seberapa parah dampak guncangan makroekonomi ke depan.
Jika harga tinggi bertahan dalam waktu lama, terdapat risiko penurunan daya beli yang cukup dalam serta potensi terjadinya resesi global.
Tercatat pada Kamis (2/4), harga minyak dunia masih tertahan di atas USD 100 per barel. Minyak mentah Brent berjangka naik USD 4,88, atau 4,8 persen, menjadi USD 106,04 per barel. minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka naik USD 4,17, atau 4,2 persen, menjadi USD 104,29 per barel.
Kenaikan tersebut dipicu pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut kelanjutan serangan militer AS ke Iran yang menyasar infrastruktur energi dalam beberapa pekan mendatang.
Dia mengklaim militer AS hampir menuntaskan target operasi di Iran dan memprediksi perang akan segera berakhir, meski tanpa jadwal yang pasti.
Baca Juga: Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS
"Kami akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kami sudah sangat dekat," Imbuh Trump.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun
-
Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai
-
Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'
-
Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?
-
73% CEO Khawatir Risiko Regulasi, Askrindo Andalkan GCG Perkuat Bisnis