- Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, secara mendadak mencopot Kepala Staf Angkatan Darat, Randy George, dari jabatannya pada April 2026.
- Keputusan tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran di tubuh Pentagon yang melibatkan pemberhentian sejumlah pejabat tinggi militer lainnya.
- Posisi Kepala Staf Angkatan Darat sementara akan diisi oleh Christopher LaNeve di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah.
Suara.com - Situasi di militer Amerika Serikat (AS) tengah menjadi sorotan setelah keputusan mengejutkan dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang mencopot Kepala Staf Angkatan Darat, Randy George.
Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Pencopotan seorang jenderal aktif dalam situasi konflik seperti saat ini terbilang sangat jarang terjadi dalam sejarah militer modern AS.
Keputusan tersebut sekaligus menambah daftar perubahan besar di tubuh Pentagon dalam waktu singkat.
Pihak Pentagon menyatakan bahwa George akan langsung memasuki masa pensiun, meskipun masa jabatannya sejatinya masih tersisa lebih dari satu tahun.
Hingga kini, pemerintah belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan di balik keputusan mendadak tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Pentagon tetap menyampaikan penghargaan atas pengabdian panjang sang jenderal.
"Kami mendoakan yang terbaik untuk masa pensiunnya," demikian pernyataan Pentagon, dikutip dari Reuters, Jumat (3/4/2026).
Tak hanya George, Hegseth juga dilaporkan memberhentikan sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk David Hodne dan William Green.
Baca Juga: Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran
Langkah ini mempertegas arah restrukturisasi besar-besaran di lingkungan militer AS.
Menurut laporan Gulf News, sebagai pengganti sementara, posisi Kepala Staf Angkatan Darat akan diisi oleh Christopher LaNeve.
Penunjukan ini dinilai cukup mengejutkan mengingat karier LaNeve yang terbilang melesat cepat dalam beberapa tahun terakhir.
Meski tidak ada laporan mengenai konflik terbuka antara Hegseth dan George sebelum keputusan ini, sang Menteri Pertahanan memang dikenal agresif dalam melakukan perombakan struktur Pentagon.
Kebijakannya bahkan sempat dikaitkan dengan figur publik seperti Kid Rock serta dukungan terhadap Donald Trump.
Di sisi lain, George dikenal sebagai perwira berpengalaman dengan rekam jejak penugasan di Irak dan Afghanistan.
Ia juga memiliki kedekatan dengan mantan Menteri Pertahanan Lloyd Austin serta Sekretaris Angkatan Darat Dan Driscoll.
Pergantian ini memperpanjang rangkaian dinamika di Pentagon, setelah sebelumnya sejumlah posisi penting juga mengalami rotasi, termasuk jabatan yang pernah dipegang oleh C.Q. Brown.
Situasi ini semakin menegaskan adanya guncangan internal di tubuh militer AS di tengah kondisi global yang belum stabil.
Berita Terkait
-
JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?
-
Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran
-
Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit
-
Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran
-
Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?
-
Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'
-
Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan
-
Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional
-
KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total
-
Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat
-
Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas
-
Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'