- Dunia kerja kini menuntut talenta dengan kemampuan analisis data dan pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan strategis yang berdampak.
- Universitas Prasetiya Mulya merancang kurikulum Business Mathematics yang mengintegrasikan matematika, analitik data, dan bisnis untuk menjawab kebutuhan industri modern.
- Mahasiswa Business Mathematics, Avril Lawrencia, meraih berbagai prestasi nasional pada 2025 melalui penyelesaian tantangan bisnis nyata di industri perusahaan.
Suara.com - Di tengah derasnya arus transformasi digital, kemampuan membaca dan mengolah data perlahan berubah menjadi bahasa baru di dunia kerja. Perusahaan tidak lagi sekadar mencari lulusan dengan pemahaman teoritis, tetapi talenta yang mampu menerjemahkan data menjadi keputusan yang berdampak.
Di titik inilah analisis data, critical thinking, dan problem solving menjadi kompetensi yang semakin menentukan. Laporan World Economic Forum menegaskan arah tersebut. Keterampilan berbasis data diprediksi menjadi salah satu yang paling dibutuhkan di masa depan.
Bagi dunia pendidikan, ini menjadi sinyal penting bahwa kurikulum harus bergerak seiring kebutuhan industri, tidak hanya adaptif, tetapi juga proaktif.
Program Studi Business Mathematics di Universitas Prasetiya Mulya menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan mencoba menjawab tantangan itu.
Dengan pendekatan yang menggabungkan matematika, analitik data, dan bisnis, program ini dirancang untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memahami konteks dan mengambil keputusan strategis.
Salah satu potret nyata dari pendekatan tersebut terlihat pada sosok Avril Lawrencia. Mahasiswa Business Mathematics ini mencatatkan serangkaian prestasi sepanjang 2025 di tingkat nasional, membuktikan bahwa kemampuan akademik dapat bertransformasi menjadi kontribusi nyata dalam ruang kompetitif.
Avril meraih Juara 1 dalam Unbottle Challenge 2025 yang diselenggarakan oleh Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, sebuah kompetisi studi kasus di industri FMCG yang menuntut peserta merumuskan solusi atas tantangan penjualan dan keberlanjutan.
Ia juga meraih posisi 1st Runner Up dalam GEAR 2025 yang diselenggarakan oleh Astra Honda Motor, serta dinobatkan sebagai Best Individual dalam INKOMPASS Innovation Challenge 2025 yang diinisiasi oleh PT HM Sampoerna Tbk.
Ketiga kompetisi tersebut tidak sekadar menguji pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir sistematis dalam menghadapi persoalan bisnis yang kompleks. Di dalamnya, mahasiswa dituntut untuk membaca data, memahami konteks industri, dan menyusun strategi yang relevan dengan tantangan nyata.
Baca Juga: Dari Candaan Mahasiswa yang Saya Dengar ke Realita Negara yang Menyesakkan
Bagi Avril, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang berbeda dari ruang kelas. Di sana, teori diuji dalam tekanan waktu, kolaborasi, dan ekspektasi industri yang tinggi.
“Kami tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mengolah data dan menghasilkan solusi yang aplikatif serta berdampak,” ujarnya.
Dari sisi program studi, capaian ini menjadi refleksi dari pendekatan pembelajaran yang diusung. Ketua Program Studi Business Mathematics Universitas Prasetiya Mulya, Yeftanus Antonio, menegaskan bahwa kurikulum dirancang untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Kami melihat kebutuhan industri yang semakin kuat terhadap talenta yang berpikir analitik, inovatif, dan strategis. Karena itu, kurikulum S1 Business Mathematics dirancang untuk menekankan pengambilan keputusan berbasis data, pemecahan masalah nyata, serta integrasi antara bisnis dan teknologi,” katanya.
Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, pendekatan pembelajaran berbasis real case study menjadi fondasi utama. Mahasiswa diajak untuk terlibat langsung dalam persoalan nyata, memahami dinamika industri, dan merumuskan solusi yang tidak hanya tepat secara analitik, tetapi juga relevan secara praktis.
Di tengah perubahan yang terus bergerak cepat, talenta dengan kemampuan multidisiplin menjadi semakin dibutuhkan. Kemampuan menjembatani antara data dan keputusan bisnis menjadi nilai tambah yang tidak tergantikan.
Melalui capaian mahasiswanya, Program Studi Business Mathematics Universitas Prasetiya Mulya menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi ruang lahirnya generasi yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga mampu membentuknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
Terkini
-
Hadapi Perubahan Iklim, BRIN Dorong Riset Kelautan Indonesia-Tiongkok
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
-
Tragedi Berdarah di Desa Bungur Bojonegoro: Ibu Stroke Tewas di Tangan Anaknya
-
Cara Tentukan Arah Rumah Berdasarkan Weton, Jangan Asal Bangun agar Rezeki Lancar!
-
KPK Periksa Kepala Bea Cukai Kediri sebagai Tersangka Suap Impor
-
Lalu Lintas Selat Hormuz Lumpuh Parah, Iran Tolak Buka Jalur Pelayaran
-
Eks Jampidsus Febrie Tak Gentar Ferry Boboho Dilindungi LPSK: Tak Ada yang Perlu Dikhawatirkan
-
Mengenal Mifthahul Jannah, Sosok di Balik Arah Kreatif Baru Buttonscarves
-
Polda DIY Akui Belum Terima Pemberitahuan Resmi Rencana Aksi, Titik Rawan Sudah Dipetakan
-
4 Pilihan BB Cream Lokal SPF Tinggi untuk Tampilan Glowing dan Terlindungi