- Laba bersih SeaBank melonjak 79 persen secara tahunan menjadi Rp 678,4 miliar, melanjutkan tren profitabilitas dalam empat tahun terakhir.
- Kinerja keuangan solid ditopang pertumbuhan aset, kredit Rp 32,1 triliun, serta NPL terjaga di level rendah 1,82 persen.
- Jumlah nasabah mencapai 28 juta dengan aktivitas transaksi tinggi, memperkuat posisi SeaBank sebagai bank digital yang terus berkembang.
Suara.com - PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) mencetak laba bersih Rp 678,4 miliar sepanjang 2025. Raihan laba ini melonjak 79 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya Rp 378.8 miliar.
Capaian ini melanjutkan tren profitabilitas dalam empat tahun terakhir. Pada 2023, laba tercatat sebesar Rp241,4 miliar, dan Rp269,2 miliar pada 2022.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, mengatakan raihan laba bersih ini berkat efektivitas strategi bisnis dengan melakukan inovasi layanan digital.
"Ke depan, kami akan terus menjaga momentum ini dengan fokus pada inovasi layanan digital yang relevan, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Adapun, hingga akhir 2025, total aset SeaBank mencapai Rp 44,4 triliun atau tumbuh 28,5 persen secara tahunan. Sementara itu Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 34,8 triliun, mencerminkan kepercayaan nasabah yang selalu meningkat.
Selama 2025, SeaBank juga telah menyalurkan kredit sebesar Rp 32,1 triliun, dan rasio kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) yang terkendali berada pada level 1,82 persen.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) berada pada level 23,3 persen, menunjukkan kapasitas permodalan yang memadai dalam mendukung pertumbuhan ke depan.
Sementara itu, rasio profitabilitas seperti Return on Assets (ROA) dan ROE terus meningkat. Untuk ROA sebesar 2,3 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 11,5 persen mencerminkan model bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan.
Nasabah Tembus 28 Juta
Baca Juga: Proyeksi Pasar AHNWI Melejit 10 Persen, Prudential Bidik Orang Kaya RI
SeaBank juga mencatat jumlah nasabah hingga Desember 2025 sebanyak 28 juta nasabah. Sementara untuk rata-rata transaksi harian berjumlah lebih dari 12 juta transaksi dengan perputaran uang rata-rata mencapai lebih dari Rp5 triliun per harinya di bulan Desember 2025.
Sasmaya mengatakan dengan terus bertambahnya Nasabah membuat SeaBank semakin termotivasi untuk menghadirkan produk dan layanan yang terbaik bagi nasabah.
"Kami melihat pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank digital SeaBank sebagai solusi keuangan sehari-hari. Kepercayaan ini akan terus kami jaga melalui inovasi layanan serta peningkatan kualitas pengalaman nasabah. Untuk semakin mempermudah dan memperluas aktivitas finansial dari nasabah, SeaBank berencana meluncurkan fasilitas kartu debit tahun ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999
-
IHSG Gaspol, Melejit 2% di Awal Perdagangan Rabu
-
FTSE Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market', Ini Dampaknya
-
Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik
-
7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya
-
Jaga Ketahanan Pangan ASEAN, Pupuk Indonesia Bentuk SEAFA Bersama Petronas dan BFI
-
Target Besar Tambang RI, Smelter Pakai 100% Energi Terbarukan
-
Sektor Alternatif: Dorong Pemahaman Profil Risiko Produk Tembakau Non-Bakar
-
Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Tembus Rp491,63 Triliun
-
BEI Gembok Saham YPAS, UDNG, dan POLY, Investor Diminta Waspada