News / Nasional
Rabu, 15 April 2026 | 20:25 WIB
Ilustrasi haji, Ibadah Haji, jadwal haji. (Pexels)
Baca 10 detik
  • Baleg DPR RI dan pemerintah menyepakati perubahan daftar Program Legislasi Nasional Prioritas tahun 2026 dalam rapat evaluasi formal.
  • Status inisiatif RUU Narkotika, Psikotropika, serta Perumahan dan Kawasan Permukiman resmi beralih dari pemerintah menjadi usul DPR RI.
  • DPR menyepakati penambahan empat RUU inisiatif baru serta melakukan penyempurnaan nomenklatur pada beberapa daftar RUU yang akan disahkan.

Suara.com - Pemerintah resmi mengumumkan jadwal lengkap penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan, menyampaikan operasional haji akan dimulai pada April 2026 dengan keberangkatan jemaah secara bertahap.

Melalui Konferensi Pers Pemerintah: Update PHTC dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4), Gus Irfan menjelaskan bahwa kloter pertama jemaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026.

“Dilanjutkan keberangkatan kloter pertama pada 22 April 2026 hingga kloter terakhir pada 21 Mei 2026," ujar Irfan.

Berikut jadwal lengkap penyelenggaraan ibadah haji Indonesia 2026:

  • 13 April 2026: Keberangkatan tim pendahulu petugas haji
  • 17 April 2026: Keberangkatan PPIH Daker Bandara dan Madinah
  • 21 April 2026: Kloter pertama masuk asrama haji
  • 22 April 2026: Keberangkatan kloter pertama ke Arab Saudi
  • 24 April 2026: Keberangkatan PPIH Daker Makkah
  • 21 Mei 2026: Keberangkatan kloter terakhir
  • 25–26 Mei 2026: Puncak ibadah haji di Arafah
  • 1 Juni 2026: Pemulangan jemaah dimulai
  • 1 Juli 2026: Pemulangan jemaah terakhir ke Indonesia

Menurut Gus Irfan, pemerintah menyiapkan 16 embarkasi haji di seluruh Indonesia. Tahun ini juga terdapat tambahan dua embarkasi baru untuk memperlancar keberangkatan jemaah.

"Jemaah akan diberangkatkan dari 16 embarkasi haji. Ada tambahan dua embarkasi baru yaitu Cipondoh dan Yogyakarta," kata Irfan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan empat bandara dengan fasilitas fast track untuk mempercepat proses imigrasi Arab Saudi. Dengan fasilitas ini, proses imigrasi dilakukan di Indonesia sebelum keberangkatan.

"Bandara tersebut adalah Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, Bandar Udara Internasional Juanda, dan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin," kata Irfan.

Baca Juga: Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

Irfan juga menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas agar keselamatan jemaah menjadi kompas utama dalam setiap kebijakan.

"Presiden memerintahkan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Sehingga, semua skenario penyelenggaraan ibadah haji dan mitigasi risiko didasarkan pada prinsip tersebut," kata Irfan.

Fokus pemerintah mencakup tiga aspek utama, yakni keamanan jemaah selama berada di Arab Saudi, keamanan perjalanan menuju dan kembali ke Indonesia, serta keamanan logistik selama pelaksanaan ibadah haji.

Pemerintah juga telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta pemerintah Arab Saudi.

Load More