- Pemerintah membentuk satgas gabungan lintas kementerian dan Polri untuk mencegah keberangkatan jemaah haji non-prosedural di Indonesia.
- Satgas akan melakukan edukasi masyarakat serta memperketat pengawasan di bandara guna memastikan seluruh jemaah menggunakan visa resmi.
- Langkah tegas ini bertujuan memberikan perlindungan negara agar warga tidak terlantar dan terjerat masalah hukum di Arab Saudi.
Suara.com - Pemerintah mulai memperkuat pengawasan penyelenggaraan ibadah haji dengan membentuk satuan tugas gabungan untuk mencegah praktik keberangkatan non-prosedural. Langkah ini dilakukan menyusul masih ditemukannya warga negara Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi tanpa menggunakan visa haji resmi.
Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam pembentukan Satgas Pencegahan Haji Ilegal. Satgas ini juga akan melibatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memperkuat pengawasan sejak proses keberangkatan di dalam negeri.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan kolaborasi lintas kementerian dibutuhkan agar pengawasan lebih menyeluruh, terutama di titik-titik keberangkatan jamaah.
“Tadi kami membicarakan bahwa kami sedang menyusun Satgas Haji dengan teman-teman dari kepolisian dan kita juga akan melibatkan teman-teman Imigrasi terkait beberapa hal,” ujar dia usai bertemu dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu.
Menurut dia, praktik haji non-prosedural tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berisiko menimbulkan persoalan hukum dan mengancam keselamatan jamaah di luar negeri.
Karena itu, pemerintah akan mengedepankan edukasi kepada masyarakat agar tidak tergiur berangkat tanpa visa resmi. Selain sosialisasi, pengawasan di bandara juga akan diperketat untuk mencegah keberangkatan yang tidak sesuai prosedur.
“Kita akan upayakan bagaimana pertama mengedukasi mereka supaya tidak berangkat tanpa menggunakan visa haji, yang kedua juga kita akan menyiapkan upaya-upaya yang bisa membantu mereka di bandara,” kata pria yang akrab disapa Gus Irfan itu.
Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan langkah ini merupakan bentuk perlindungan negara terhadap warga.
“Ini sebenarnya lebih kepada perlindungan kepada mereka. Kita mengharapkan jangan sampai warga negara kita nanti terlantar di sana karena kebijakan dari Arab Saudi saat ini memang tidak mengizinkan selain yang memegang visa haji untuk ke sana,” ujarnya.
Baca Juga: Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah
Sebelumnya, Polri juga memastikan akan menindak tegas praktik haji ilegal. Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan aparat akan menjalankan langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pelanggaran.
"Penugasan Polri bersifat terpadu untuk menjamin penyelenggaraan haji berjalan aman, tertib, dan bebas dari praktik ilegal," katanya.
Berita Terkait
-
Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap
-
Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut
-
Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Babak Baru Polemik Jabatan Sekda Kota Tangsel, Ansor Jalani Persidangan di PTUN
-
Bandara Husein Sastranegara Segera Aktif Lagi, Farhan Sebut Bakal Layani 11 Rute
-
15 Teman Kuliah Jokowi di UGM akan Bersaksi saat Sidang Roy Suryo dan dr Tifa
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan
-
Oknum Pejabat Madiun Tertangkap Kamera Asyik Main Kartu Virtual saat Rapat Paripurna di DPRD
-
Penjualan Mobil Niaga Ringan Melonjak, Gaikindo Akui Kontribusi MBG
-
Geledah Rumah Bupati Sukoharjo, KPK Amankan Uang Hingga Perhiasan
-
Siap-Siap! Pemkab Bekasi Gelar Operasi Pajak Gabungan di Tambun Utara, Blokir STNK Penunggak?
-
ENHYPEN Hadiri Panel Vampir di San Diego Comic-Con 2026 Lewat DARK MOON
-
Parpol Tak Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Diusulkan Didiskualifikasi