Suara.com - Aksi kontroversial kembali dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, setelah ia mengunggah foto berbasis AI yang menampilkan dirinya dengan nuansa religius mirip Yesus di platform Truth Social.
Unggahan ini langsung memicu perhatian luas dan perdebatan di berbagai kalangan. Lantas, mengapa Donald Trump unggah foto dirinya mirip Yesus?
Apalagi, unggahan tersebut muncul di saat hubungan Trump dengan pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, sedang memanas. Konflik keduanya bahkan sudah berkembang menjadi perang kata yang disorot dunia internasional.
Lalu, mengapa Donald Trump unggah foto dirinya mirip Yesus? Apakah ini hanya candaan, strategi politik, atau ada alasan lain di baliknya? Berikut ulasan lengkapnya.
Awal Mula Konflik Trump dan Paus Leo XIV
Ketegangan antara Donald Trump dan Paus Leo XIV bermula dari perbedaan pandangan yang sangat tajam terkait konflik global, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Paus Leo XIV secara terbuka mengkritik pendekatan keras yang diambil Trump. Ia menilai ancaman militer dan retorika agresif hanya akan memperburuk situasi serta menambah penderitaan manusia.
Dalam berbagai kesempatan, Paus menyerukan pentingnya dialog, perdamaian, dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.
Di sisi lain, Trump tidak menerima kritik tersebut dengan baik. Ia menilai Paus telah masuk terlalu jauh ke ranah politik, terutama dalam urusan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Baca Juga: Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'
Bahkan, Trump secara terang-terangan menyebut Paus sebagai sosok yang lemah dalam menghadapi kejahatan dan tidak kompeten dalam isu global.
Perbedaan pandangan inilah yang kemudian memicu konflik terbuka, dengan saling sindir dan kritik yang semakin tajam dari kedua belah pihak.
Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?
Pertanyaan ini menjadi sorotan utama publik. Banyak yang mempertanyakan maksud di balik unggahan tersebut, apalagi karena visualnya sangat identik dengan simbol keagamaan.
Menurut Trump, gambar itu tidak dimaksudkan untuk menggambarkan dirinya sebagai Yesus. Ia mengklaim bahwa dirinya hanya digambarkan sebagai “dokter”.
"Itu sebenarnya menggambarkan saya sebagai seorang dokter yang menyembuhkan orang lain," ujar Trump, dikutip dari The Guardian (16/4/2026).
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah
-
Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington
-
Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita
-
Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar
-
Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing
-
Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot
-
Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya
-
Apa Saja Mimpi yang Tidak Boleh Diceritakan Menurut Islam? Ini Penjelasan Ulama
-
Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana
-
Petronas Masuk Madura, Bahlil Kerek Target Lifting Minyak di RAPBN 2027