-
Kedutaan Iran mengunggah video AI Yesus memukul Trump sebagai bentuk serangan balik politik.
-
Konten satir tersebut dibuat oleh perusahaan Iran untuk melawan pengaruh AS dan Israel.
-
Trump menghapus unggahan AI miliknya setelah dituduh melakukan penistaan oleh pendukung konservatif.
Suara.com - Kedutaan Besar Iran di Tajikistan memicu kegemparan diplomatik digital dengan menyebarkan video buatan kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan Yesus Kristus menyerang Donald Trump secara fisik.
Aksi berani di platform media sosial X ini menandai babak baru dalam konfrontasi visual antara Teheran dan Washington yang melibatkan simbol-simbol keagamaan sensitif.
Dikutip dari The Hill, langkah ini bukan sekadar olok-olok biasa melainkan serangan balik strategis terhadap narasi yang sebelumnya dibangun oleh kubu Trump di media sosial pribadinya.
Narasi visual tersebut menggabungkan kecanggihan teknologi modern dengan sentimen politik tajam untuk meruntuhkan wibawa lawan politik mereka di mata internasional.
Ketegangan ini menunjukkan bagaimana alat digital kini menjadi senjata utama dalam perang opini publik yang melintasi batas-batas negara.
Dalam tayangan tersebut, sosok Kristus terlihat turun dari langit tepat di atas Trump untuk memberikan hukuman fisik yang dramatis.
Video ini sengaja mencantumkan elemen dari unggahan asli Trump di Truth Social untuk memberikan konteks ejekan yang lebih langsung.
Sebuah suara otomatis dalam video tersebut memberikan peringatan keras dengan menyatakan, “Pembalasanmu telah tiba.”
Adegan berlanjut dengan kepanikan Trump yang berteriak “tidak” sebelum akhirnya terhempas ke dalam lubang api setelah menerima pukulan.
Baca Juga: Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
Momen ini mencerminkan tingginya intensitas kebencian politik yang dituangkan melalui konten kreatif bertenaga kecerdasan buatan.
Strategi Propaganda Melalui Media Kreatif
Produksi video ini merupakan bagian dari kampanye lebih luas yang dilancarkan oleh berbagai kantor perwakilan luar negeri Iran di internet.
Target utama dari serangan-serangan digital ini tidak hanya menyasar Donald Trump tetapi juga Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Sebuah perusahaan media Iran bernama Explosive Media diketahui berada di balik pembuatan seri video satir menggunakan karakter serupa Lego.
Melalui karakter mini tersebut, mereka berupaya mengecilkan pengaruh pemimpin AS dan Israel sambil menonjolkan kekuatan militer Republik Islam Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru