Suara.com - Insiden tragis terjadi di Ayser Calk Middle School ketika seorang siswa kelas 8 berusia 14 tahun melepaskan tembakan ke dua ruang kelas sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.
Peristiwa itu menewaskan 9 orang, termasuk siswa dan seorang guru, serta melukai puluhan lainnya.
Korban luka sempat mencapai 20 orang, namun sejumlah korban di antaranya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif sehingga memperbarui jumlah korban jiwa.
Dilansir dari laporan media Turki, T24, Kamis (16/4), ayah pelaku bernama Ugur Mersinli, pernah menjabat sebagai kepala Intelijen Kepolisian Diyarbakr, dan saat ini masih menjabat sebagai Inspektur Kepala Kepolisian Kelas Satu.
Sementara sang ibu bernama Peyman Pnar Mersinli, seorang guru di Sekolah Menengah Kejuruan dan Teknik Anatolia Sevim rkci di distrik Dulkadiroglu, Turki.
Kedua orang tua pelaku saat ini masih ditahan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait asal-usul senjata yang digunakan dalam aksi tersebut.
Pihak berwenang masih mendalami bagaimana pelaku remaja tersebut dapat mengakses beberapa senjata api yang diduga milik keluarganya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Turki, Kemal Memisoglu, memberikan update terbaru jumlah korban tewas dan luka-luka akibat penembakan massal tersebut.
Menurut Kemal, 11 korban luka telah dipulangkan setelah kondisi mereka membaik.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Skin Tint untuk Anak Sekolah, Ringan dan Tetap Natural Seharian
Sementara itu, 9 pasien lainnya masih dalam perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Dari korban luka dalam insiden penembakan di Kahramanmara, 11 pasien telah dipulangkan, dan 9 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit kami dengan penuh kehati-hatian,” ujar Kemal.
Hingga saat ini, penyelidikan terhadap insiden yang mengguncang dunia pendidikan di Turki tersebut masih terus berlangsung.
Aparat keamanan menegaskan bahwa seluruh aspek kejadian akan diungkap secara menyeluruh, termasuk motif pelaku dan kemungkinan kelalaian dalam pengamanan senjata api di lingkungan keluarga.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
4 Rekomendasi Skin Tint untuk Anak Sekolah, Ringan dan Tetap Natural Seharian
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Ada Pendaftaran: Anak Lulus, Orang Tua Harus Lepas Bansos!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
-
Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka
-
Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan
-
Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi
-
Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?
-
KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi
-
Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!
-
Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat
-
AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang