- Menlu Iran Abbas Araghchi melaporkan perkembangan negosiasi gencatan senjata dengan AS kepada Menlu Turki Hakan Fidan, Selasa (15/4).
- Iran menyebut tuntutan berlebihan Amerika Serikat menjadi penyebab utama kebuntuan perundingan yang sebelumnya dimediasi oleh pihak Pakistan.
- Kedua negara menekankan pentingnya langkah diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah serta mencegah eskalasi kekerasan yang meluas.
Suara.com - Pemerintah Iran mengungkap perkembangan terbaru terkait gencatan senjata sementara dan negosiasi dengan Amerika Serikat kepada Turki.
Komunikasi ini terjadi di tengah upaya meredakan konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi seperti dikutip dari Tasnim News Agency, menyampaikan hal tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Selasa (15/4).
Abbas Araghchi menjelaskan progres pembicaraan yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang terus memanas.
Araghchi menilai serangan militer AS dan Israel terhadap Iran sebagai pelanggaran serius terhadap perdamaian global.
“Ini adalah kejahatan terang-terangan terhadap perdamaian dan keamanan dunia,” ujarnya, seraya mendesak komunitas internasional dan PBB untuk bertindak.
Araghchi juga menekankan perlunya akuntabilitas terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Menurutnya, negara-negara dunia harus mengecam dan menghukum pelaku serta pihak yang memicu konflik tersebut.
Selain itu, Iran menyoroti meningkatnya serangan Israel di Lebanon.
Baca Juga: Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
Araghchi menegaskan dukungan penuh Teheran terhadap perlawanan sah rakyat Lebanon menghadapi agresi yang terjadi.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyatakan dukungan Ankara terhadap berbagai inisiatif perdamaian di kawasan.
Fidan menegaskan pentingnya langkah diplomatik untuk menghentikan konflik yang semakin meluas.
Fidan juga mengingatkan semua pihak agar waspada terhadap potensi upaya yang dapat memperburuk stabilitas kawasan.
Fidan menilai penting untuk mencegah normalisasi pelanggaran hukum dan tindakan kekerasan di Timur Tengah.
Sebelumnya, Pemerintah Iran menyalahkan Amerika Serikat atas gagalnya kesepakatan dalam perundingan terbaru yang dimediasi Pakistan di Islamabad.
Berita Terkait
-
Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
-
Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz
-
Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme