- Permukiman warga di Kebon Pala, Jakarta Timur, terendam banjir setinggi satu meter lebih sejak Jumat pagi akibat hujan deras.
- Warga memilih bertahan di lantai dua rumah masing-masing meskipun akses lingkungan terganggu akibat genangan air yang terus meningkat.
- BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di pesisir utara Jakarta sepanjang tanggal 17 hingga 23 April.
Suara.com - Permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter pada Jumat (17/4) pagi. Genangan air dilaporkan terus meningkat sejak dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam.
Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, mengatakan ketinggian air pada pukul 06.00 WIB sudah mencapai sekitar 100 hingga 110 sentimeter dan masih menunjukkan tren kenaikan.
“Pagi ini sekitar satu meter lebih. Air mulai naik sejak sekitar pukul dua dini hari, kemungkinan besar karena hujan semalam,” kata Sanusi saat dikonfirmasi, mengutip dari ANTARA.
Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir wilayah tersebut memang kerap diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi ini membuat genangan air sulit surut secara maksimal dan kembali meningkat saat hujan turun.
Banjir di kawasan Kebon Pala sendiri bukan kali pertama terjadi dalam sepekan terakhir. Pola hujan yang berulang menyebabkan wilayah ini kembali tergenang, terutama di titik-titik permukiman yang berada di dataran rendah.
Meski ketinggian air sudah mencapai lebih dari satu meter, hingga saat ini warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Sebagian warga mengungsi sementara ke lantai dua rumah mereka.
“Belum ada yang mengungsi. Warga masih bertahan di rumah, terutama di lantai dua. Kondisinya masih aman dan terkendali,” ujar Sanusi.
Namun demikian, banjir tersebut tetap mengganggu aktivitas harian warga. Sejumlah akses lingkungan terendam dan mobilitas warga menjadi terbatas sambil menunggu air surut.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 17 hingga 23 April 2026.
Baca Juga: 5 Motor Listrik Anti Konslet, Tak Gundah di Musim Hujan, Kebal Banjir
Fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru pada 17 April dan perigee pada 19 April, yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum, khususnya di wilayah pesisir utara Jakarta.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memanfaatkan layanan darurat 112 jika terjadi kondisi kedaruratan. Informasi terbaru terkait banjir juga dapat dipantau melalui kanal resmi BPBD DKI maupun situs pemantauan banjir milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi
-
Siasat 'Gali Lubang Tutup Lubang' Bos WO Marwah Terbongkar: 58 Pasangan Ketipu Rp2,6 Miliar!
-
Perdana Menteri Qatar Temui Prabowo di Istana, Bawa Pesan Khusus dari Doha
-
Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global
-
Unsur Pidana Ditemukan! Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Naik Penyidikan
-
Jakbar Bukan Gotham City! Wali Kota Iin Klaim Kriminalitas Tidak Lebih Tinggi dari Wilayah Lain
-
PT MMSGI Tegaskan PT MMS yang Diperiksa Bareskrim Bukan Bagian dari Grup Mereka
-
Awas Macet! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sore Ini, Rute Transjakarta Dipangkas
-
Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen
-
Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji