-
Robot Lightning China memecahkan rekor setengah maraton dengan waktu 50 menit 26 detik.
-
Kecepatan android ini berhasil melampaui rekor dunia manusia milik pelari Jacob Kiplimo.
-
Prestasi ini memperkuat ambisi China dalam memimpin persaingan teknologi humanoid dunia 2025.
Suara.com - Efisiensi mesin kini resmi melampaui batas ketahanan fisik manusia dalam ajang lari jarak jauh paling bergengsi.
Keberhasilan ini menandai pergeseran besar di mana robot bukan lagi sekadar pengikut di lintasan lari.
Dikutip dari CNN, Teknologi kecerdasan buatan dan mekanik kini mampu mengeksekusi gerakan konstan tanpa mengalami kelelahan otot.
Pencapaian ini sekaligus menjadi sinyal peringatan bagi supremasi atletik manusia di masa depan.
Dunia kini menyaksikan lahirnya standar baru dalam kompetisi atletik yang melibatkan kecerdasan buatan tingkat tinggi.
Robot bernama Lightning karya perusahaan Honor mencatatkan waktu spektakuler yakni 50 menit 26 detik.
Hasil tersebut diperoleh saat android berwarna merah ini menuntaskan lintasan sepanjang 21 kilometer di Beijing.
Catatan waktu ini secara otomatis menumbangkan rekor dunia manusia dengan selisih lebih dari enam menit.
Prestasi ini sangat kontras dengan hasil kompetisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya yang masih lambat.
Baca Juga: Mengintip Pengembangan Robot Cerdas Sektor Energi di Guangdong
Padahal, pelari manusia terbaik saat ini masih membutuhkan waktu di atas 57 menit untuk rute sama.
Perbandingan dengan Rekor Atlet Manusia
Sebagai perbandingan, rekor dunia manusia saat ini masih dipegang oleh pelari asal Uganda, Jacob Kiplimo.
Berdasarkan data World Athletics, Kiplimo mencatatkan waktu terbaiknya pada angka 57 menit 20 detik.
Lightning yang memiliki tinggi 169 cm tampak sangat stabil saat mengayunkan lengan pendeknya untuk keseimbangan.
Mesin ini tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan kecepatan sama sekali hingga berhasil menyentuh garis finis terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Rakyat Tidak Keberatan Membayar Pajak, Asal Negara Tahu Cara Mengelolanya
-
Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
-
Saksi Dibeli Produk Bukan di Toko Resmi, dr Richard Lee Bingung Jadi Tersangka
-
Dubes Dipanggil Amerika Usai PM Malaysia Berani Tolak Israel, Menlu: Kami Tak Akui Rezim Zionis
-
Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta
-
7 Sunscreen Mengandung Vitamin C untuk Mencerahkan Wajah dan Mengurangi Flek Hitam
-
Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
-
Belum Dipecat Kejagung! Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Tiap Bulan dari Negara
-
Cari Sunscreen untuk ke Pantai yang Tak Bikin Mata Perih? Ini 5 Rekomendasi Sesuai Review
-
Ulasan A Bloody Lucky Day: Saat Keberuntungan Menjadi Awal Malapetaka