-
Robot Lightning China memecahkan rekor setengah maraton dengan waktu 50 menit 26 detik.
-
Kecepatan android ini berhasil melampaui rekor dunia manusia milik pelari Jacob Kiplimo.
-
Prestasi ini memperkuat ambisi China dalam memimpin persaingan teknologi humanoid dunia 2025.
Lompatan performa ini membuktikan bahwa komponen inti robotik China telah mengalami peningkatan kualitas yang drastis.
Pencapaian luar biasa ini merepresentasikan langkah besar bagi China dalam rivalitas teknologi tingkat tinggi dengan Amerika Serikat.
Selama ini, Amerika Serikat dikenal sebagai pemimpin dalam pengembangan model humanoid yang jauh lebih canggih.
Pemerintah China telah menetapkan industri robotik sebagai sektor kunci untuk meningkatkan derajat industri nasional mereka.
Visi besar ini dimulai sejak tahun 2015 guna menghapus citra China sebagai pabrik tenaga kerja murah.
Target ambisius telah ditetapkan untuk memulai produksi massal robot humanoid pada tahun 2025 mendatang.
Kecanggihan Navigasi dan Daya Ledak
Pada kompetisi tahun ini, jumlah peserta tim humanoid melonjak hingga lima kali lipat dibanding tahun lalu.
Panitia penyelenggara menyoroti dua faktor utama yang menjadi kunci kemenangan mutlak dari robot Lightning tersebut.
Baca Juga: Mengintip Pengembangan Robot Cerdas Sektor Energi di Guangdong
Pihak penyelenggara menuliskan melalui media sosial bahwa navigasi otonom dan daya ledak robot tersebut "terbukti menjadi kunci untuk memenangkan perlombaan."
Kemenangan ini juga meninggalkan jauh juara kategori manusia yang diisi oleh Zhao Haijie dan Wang Qiaoxia.
Kedua pelari manusia tersebut masing-masing membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menyelesaikan perlombaan tersebut.
Perkembangan pesat robot humanoid di China didorong oleh kebijakan strategis nasional yang menganggap teknologi ini sebagai batas baru kompetisi global.
Sejak masuk dalam rencana ekonomi lima tahunan, berbagai ajang olahraga robot mulai menjamur di seluruh negeri untuk menguji ketangguhan mesin.
Beijing bahkan telah menjadi tuan rumah bagi Humanoid Robot Games pertama di dunia yang mempertandingkan sepak bola hingga bela diri.
Fenomena robot Lightning yang mengalahkan rekor manusia ini menjadi bukti bahwa visi China untuk menguasai rantai pasokan komponen inti robotik mulai membuahkan hasil nyata di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Tumbal Terakhir
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo