News / Internasional
Kamis, 23 April 2026 | 10:52 WIB
Ilustrasi perusahaan panen cuan saat perang AS vs Iran [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Konflik AS-Israel dan Iran memicu penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF akibat terganggunya distribusi energi dunia.
  • Sektor keuangan, pertahanan, dan teknologi mencatat lonjakan laba signifikan karena meningkatnya permintaan global di tengah situasi perang.
  • Ketidakpastian geopolitik mendorong banyak negara mempercepat transisi energi bersih untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil konvensional.

Suara.com - Perang AS-Israel vs Iran sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kondisi ini jelas mengguncang perekonomian dunia.

IMF di tengah kondisi sekarang dikabarkan memangkas proyeksi pertumbuhan global dari 3,3% menjadi 3,1%, dipicu gangguan energi dan penutupan jalur vital Selat Hormuz.

Ketegangan di kawasan Teluk merusak infrastruktur energi dan menghambat ekspor minyak, gas, hingga pupuk.

Namun di tengah tekanan tersebut, sejumlah sektor justru meraup keuntungan dari Perang AS-Iran.

Dilansir dari Soha, industri keuangan, pertahanan, hingga teknologi justru panen cuan di tengah konflik yang masih memanas ini.

Bank investasi di Wall Street mencatat lonjakan keuntungan berkat volatilitas pasar.

Volatilitas pasar merupakan tingkat naik-turunnya harga aset (seperti saham, mata uang, atau komoditas) dalam periode waktu tertentu.

JP Morgan Chase Bank. [Shutterstock]

Morgan Stanley membukukan laba 5,57 miliar dolar AS, sementara Goldman Sachs meraih 5,63 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2026.

Kinerja positif juga ditunjukkan JPMorgan Chase yang mencatat laba 16,49 miliar dolar AS.

Aktivitas transaksi yang meningkat tajam dan restrukturisasi portofolio investor menjadi pendorong utama lonjakan tersebut.

Di sektor lain, industri dirgantara dan pertahanan mengalami lonjakan permintaan.

Peningkatan anggaran militer global, termasuk di negara-negara NATO, mendorong kebutuhan akan sistem senjata, drone, hingga rudal.

Indeks MSCI World Aerospace and Defence mencatat keuntungan 3,2% secara tahunan, melampaui indeks global MSCI World.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga tetap melesat meski dunia dilanda ketidakpastian.

Produsen chip seperti TSMC mencatat laba bersih 18,1 miliar dolar AS, naik 58% pada kuartal pertama 2026.

Load More