- Wakil Ketua Komisi X DPR RI menyoroti insiden pelecehan terhadap guru Syamsiah oleh siswanya di SMAN 1 Purwakarta, Kamis (23/4/2026).
- Sikap pemaaf guru Syamsiah terhadap perilaku tidak sopan para siswanya dinilai sebagai cerminan kemuliaan hati seorang tenaga pendidik.
- Pemerintah mendorong kerja sama sekolah dan orang tua untuk memperkuat pendidikan karakter agar marwah guru tetap terjaga baik.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa Syamsiah, atau yang akrab disapa Bu Atun, seorang guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SMAN 1 Purwakarta.
Atun menjadi korban perilaku tidak sopan dan olok-olok oleh sejumlah siswanya sendiri saat proses belajar mengajar berlangsung.
Lalu menilai peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut merupakan tamparan bagi dunia pendidikan.
Ia menekankan pentingnya penguatan kembali nilai-etik, sopan santun, dan penghormatan murid terhadap guru.
“Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua siswa. Guru adalah sosok yang harus dihormati, bukan dilecehkan. Apalagi Bu Atun dikenal sebagai pribadi dengan budi pekerti yang sangat baik,” ujar Lalu kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).
Ketua DPW PKB NTB ini secara khusus memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bu Atun. Meski telah dilecehkan secara lisan maupun tindakan oleh muridnya, guru tersebut memilih untuk membukakan pintu maaf.
Ia menyebut sikap pemaaf tersebut adalah cerminan kemuliaan hati seorang pendidik.
“Keteladanan Bu Atun patut menjadi contoh, tidak hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi sesama guru. Sosok yang pemaaf, penyayang, dan bersahaja seperti beliau menunjukkan nilai-nilai luhur yang seharusnya menjadi fondasi dunia pendidikan kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, legislator PKB ini mendorong seluruh pemangku kepentingan pendidikan—termasuk sekolah dan orang tua—untuk bekerja sama memperkuat pendidikan karakter.
Baca Juga: Sasar Wilayah Tanpa Negeri, 103 Sekolah Swasta di Jakarta Resmi Gratis Mulai Juli Ini!
Menurutnya, marwah guru sebagai figur yang dijunjung tinggi tidak boleh luntur oleh dinamika zaman.
“Penanaman karakter sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.
Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan aksi tidak terpuji beberapa murid di SMAN 1 Purwakarta.
Dalam video tersebut, siswa tampak mengolok-olok Bu Atun di dalam kelas, bahkan ada yang terlihat mengacungkan jari tengah ke arah sang guru. Pihak sekolah dilaporkan telah mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi disiplin kepada para siswa yang terlibat dalam pelecehan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Daya Beli Terancam Gegara Harga Naik, DPR Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng
-
Nekat Pungut Biaya? Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Terancam Sanksi Tegas!
-
KPK Usul Masa Jabatan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode: Demi Cegah Korupsi dan Dinasti Politik?
-
Peluang Juara Persija Semakin Kecil, Mauricio Souza Beberkan Masalah Tim
-
Saiful Mujani Kembali Dipolisikan Soal Makar, Kuasa Hukum Bilang Begini
-
Cetak Pemimpin Antikorupsi, Gubernur Lemhannas Bawa Peserta P4N Belajar Langsung ke KPK
-
Selat Malaka di Tengah Bayang-bayang Konflik Global, Sinyal Keras dari Singapura
-
Pembahasan Formal RUU Pemilu Belum Dimulai, PAN Usul Jadi Inisiatif Pemerintah
-
Tanggapi Usulan KPK Soal Masa Jabatan Ketum Parpol, Sekjen Golkar: Demokrasi Internal Lebih Penting
-
Donald Trump Terima Laporan: 8 Demonstran Wanita Anti Rezim Iran Tak Jadi Dieksekusi Mati