News / Nasional
Kamis, 23 April 2026 | 14:45 WIB
Lalu Hadrian Irfani (Dok. DPR)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI menyoroti insiden pelecehan terhadap guru Syamsiah oleh siswanya di SMAN 1 Purwakarta, Kamis (23/4/2026).
  • Sikap pemaaf guru Syamsiah terhadap perilaku tidak sopan para siswanya dinilai sebagai cerminan kemuliaan hati seorang tenaga pendidik.
  • Pemerintah mendorong kerja sama sekolah dan orang tua untuk memperkuat pendidikan karakter agar marwah guru tetap terjaga baik.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa Syamsiah, atau yang akrab disapa Bu Atun, seorang guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SMAN 1 Purwakarta.

Atun menjadi korban perilaku tidak sopan dan olok-olok oleh sejumlah siswanya sendiri saat proses belajar mengajar berlangsung.

Lalu menilai peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut merupakan tamparan bagi dunia pendidikan.

Ia menekankan pentingnya penguatan kembali nilai-etik, sopan santun, dan penghormatan murid terhadap guru.

“Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua siswa. Guru adalah sosok yang harus dihormati, bukan dilecehkan. Apalagi Bu Atun dikenal sebagai pribadi dengan budi pekerti yang sangat baik,” ujar Lalu kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).

Ketua DPW PKB NTB ini secara khusus memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bu Atun. Meski telah dilecehkan secara lisan maupun tindakan oleh muridnya, guru tersebut memilih untuk membukakan pintu maaf.

Ia menyebut sikap pemaaf tersebut adalah cerminan kemuliaan hati seorang pendidik.

“Keteladanan Bu Atun patut menjadi contoh, tidak hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi sesama guru. Sosok yang pemaaf, penyayang, dan bersahaja seperti beliau menunjukkan nilai-nilai luhur yang seharusnya menjadi fondasi dunia pendidikan kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, legislator PKB ini mendorong seluruh pemangku kepentingan pendidikan—termasuk sekolah dan orang tua—untuk bekerja sama memperkuat pendidikan karakter.

Baca Juga: Sasar Wilayah Tanpa Negeri, 103 Sekolah Swasta di Jakarta Resmi Gratis Mulai Juli Ini!

Menurutnya, marwah guru sebagai figur yang dijunjung tinggi tidak boleh luntur oleh dinamika zaman.

“Penanaman karakter sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.

Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan aksi tidak terpuji beberapa murid di SMAN 1 Purwakarta.

Dalam video tersebut, siswa tampak mengolok-olok Bu Atun di dalam kelas, bahkan ada yang terlihat mengacungkan jari tengah ke arah sang guru. Pihak sekolah dilaporkan telah mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi disiplin kepada para siswa yang terlibat dalam pelecehan tersebut.

Load More