-
Italia menolak tawaran politik utusan Donald Trump untuk menggantikan posisi Iran di Piala Dunia 2026.
-
Pejabat olahraga Italia menegaskan bahwa tiket Piala Dunia harus diraih melalui prestasi di lapangan.
-
FIFA menjamin kehadiran Iran dan meminta agar urusan politik tidak mencampuri kompetisi sepak bola.
Suara.com - Prinsip sportivitas sepak bola kini tengah diuji oleh manuver politik yang mencoba memasukkan Italia ke Piala Dunia 2026.
Pemerintah Italia secara terbuka menolak gagasan untuk mengambil alih slot milik Iran yang telah lolos kualifikasi.
Dikutip dari Al Jazeera, isu ini mencuat seiring keraguan partisipasi Iran akibat konflik bersenjata dengan Amerika Serikat yang dimulai Februari lalu.
Meski jadwal pertandingan Iran berlokasi di wilayah Amerika Serikat, Italia memilih menjaga martabat olahraga mereka.
Sikap tegas ini menjadi jawaban atas spekulasi liar yang berkembang di tengah ketegangan geopolitik global saat ini.
Usulan kontroversial tersebut awalnya dilempar oleh Paolo Zampolli yang merupakan utusan hubungan global untuk Donald Trump.
Zampolli mencoba melobi FIFA agar memberikan jatah Iran kepada Gli Azzurri demi memperbaiki hubungan bilateral.
Namun, Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi segera memberikan respons yang sangat menohok terhadap ide tersebut.
“Itu tidak tepat... Anda lolos di lapangan,” tegas Abodi menanggapi wacana keikutsertaan tanpa kualifikasi itu.
Baca Juga: 7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?
Menteri Ekonomi Giancarlo Giorgetti bahkan tidak ragu melabeli konsep undangan tersebut sebagai hal yang memalukan.
Komitmen Iran dan Ketegasan FIFA
Di sisi lain, juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani memastikan persiapan tim nasional mereka berjalan lancar.
“Semua pengaturan yang diperlukan untuk partisipasi efektif tim dalam turnamen telah dipastikan oleh Kementerian Olahraga dan Pemuda,” ujar Mohajerani.
Presiden FIFA Gianni Infantino juga telah memberikan jaminan bahwa Iran tidak akan dicoret dari kompetisi.
“Tim Iran pasti datang,” kata Infantino yang menekankan bahwa olahraga harus tetap berdiri di luar politik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
Terkini
-
Pengamat: Seskab Teddy Terlalu Sering Tampil, Komunikasi Istana Seharusnya Satu Pintu
-
Bupati Nonaktif Cilacap Gugat Status Tersangka, KPK Siap Hadapi
-
Tsunami Filipina Terjang Sulawesi Utara dan Maluku Utara
-
Penembakan Massal Dekat Markas Inggris, Piala Dunia 2026 Diselimuti Ketakutan
-
13 Wilayah Indonesia Siaga Usai Gempa Besar Filipina
-
Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami karena Gempa Besar Filipina
-
Filipina Diguncang Gempa 7,7 SR Berpotensi Tsunami, Manado Siaga
-
Sore Ini, Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Klarifikasi Isu Kondisi Ekstrem 'Bediding'
-
Gempa M 8,1 di Filipina Picu Peringatan Dini Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia