Kesejahteraan pekerja memang penting, tetapi sistem seleksi, pelatihan psikologis, pengawasan CCTV, dan evaluasi berkala tetap menjadi faktor utama dalam layanan penitipan anak. Sehubungan dengan kasus tersebut, Kapolresta Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam memilih tempat penitipan anak.
Kasus Daycare Little Aresha menjadi pengingat bahwa keamanan anak tidak boleh dikompromikan. Di tengah naiknya biaya hidup dan standar upah di Yogyakarta, kualitas pengasuhan harus menjadi prioritas utama.
Bagi orangtua pekerja, daycare memang sering menjadi solusi penting. Namun, kepercayaan harus dibangun di atas sistem profesional, bukan sekadar janji promosi. Dengan UMR DIY 2026 yang sudah mencapai Rp2,4 juta, masyarakat kini juga semakin kritis mempertanyakan apakah tenaga pengasuh dibayar layak, dilatih dengan benar, dan diawasi secara profesional.
Pada akhirnya, anak bukan sekadar “dititipkan”, tetapi harus dipastikan tumbuh dalam lingkungan yang aman, manusiawi, dan penuh perhatian. Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa pengawasan terhadap layanan penitipan anak harus diperketat demi melindungi generasi masa depan.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah