Kesejahteraan pekerja memang penting, tetapi sistem seleksi, pelatihan psikologis, pengawasan CCTV, dan evaluasi berkala tetap menjadi faktor utama dalam layanan penitipan anak. Sehubungan dengan kasus tersebut, Kapolresta Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam memilih tempat penitipan anak.
Kasus Daycare Little Aresha menjadi pengingat bahwa keamanan anak tidak boleh dikompromikan. Di tengah naiknya biaya hidup dan standar upah di Yogyakarta, kualitas pengasuhan harus menjadi prioritas utama.
Bagi orangtua pekerja, daycare memang sering menjadi solusi penting. Namun, kepercayaan harus dibangun di atas sistem profesional, bukan sekadar janji promosi. Dengan UMR DIY 2026 yang sudah mencapai Rp2,4 juta, masyarakat kini juga semakin kritis mempertanyakan apakah tenaga pengasuh dibayar layak, dilatih dengan benar, dan diawasi secara profesional.
Pada akhirnya, anak bukan sekadar “dititipkan”, tetapi harus dipastikan tumbuh dalam lingkungan yang aman, manusiawi, dan penuh perhatian. Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa pengawasan terhadap layanan penitipan anak harus diperketat demi melindungi generasi masa depan.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim