News / Nasional
Senin, 27 April 2026 | 10:33 WIB
Daycare Little Aresha dipasang garis polisi. [Suara.com/Yvestaputu Sastrosoendjojo]
Baca 10 detik
  • UGM mengonfirmasi bahwa dosen Fakultas Ilmu Budaya, Cahyaningrum Dewojati, merupakan penasihat Yayasan Daycare Little Aresha secara pribadi.
  • Juru bicara UGM menegaskan bahwa pihak universitas tidak memiliki hubungan formal dengan operasional manajemen yayasan tersebut.
  • UGM mendukung penuh proses hukum yang berjalan serta menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan tindak kekerasan terhadap anak.

Suara.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengonfirmasi bahwa Cahyaningrum Dewojati, yang tercatat sebagai Penasihat Yayasan Daycare Little Aresha, merupakan dosen aktif.

Berdasarkan informasi yang telah beredar, yang bersangkutan merupakan dosen di Fakultas Ilmu Budaya (FIB). 

Kepastian ini menjawab isu yang beredar mengenai keterlibatan akademisi kampus tersebut dalam struktur pengelola tempat penitipan anak di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta itu.

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, membenarkan status kepegawaian yang bersangkutan di lingkungan universitas. Namun, ia memberikan batasan tegas bahwa keterlibatan tersebut tidak merepresentasikan kampus secara institusional.

"Terkait dengan informasi yang menyebutkan bahwa Penasihat Yayasan Daycare Little Aresha Yogyakarta merupakan salah satu dosen di perguruan tinggi kami, dapat kami sampaikan bahwa yang bersangkutan benar merupakan dosen aktif yang terlibat dalam pengelolaan daycare tersebut dalam kapasitas pribadi," kata Made Andi saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).

Disampaikan Andi, bahwa tidak ada hubungan formal antara UGM dengan operasional maupun manajemen yayasan tersebut.

"Sebagai institusi, UGM tidak memiliki relasi apa pun dengan Yayasan Daycare Little Aresha Yogyakarta," tegasnya.

Kendati demikian, pihak universitas menyatakan keprihatinan yang mendalam serta memberikan dukungan moril kepada para korban yang terdampak oleh insiden tersebut.

"Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas dugaan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan Daycare Little Aresha. Kami juga menyampaikan empati yang tulus kepada para penyintas, khususnya anak-anak, beserta keluarga yang terdampak," ungkapnya.

Baca Juga: Skandal Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta: 103 Anak Jadi Korban, DPR Desak Hukuman Maksimal

Terkait proses hukum yang kini sedang berjalan, UGM menyatakan sikap kooperatif. Kampus menjamin tidak akan mengintervensi proses hukum dan tetap mengedepankan prinsip perlindungan terhadap anak.

"Kami patuh terhadap peraturan dan menghormati serta mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Kami juga menjunjung tinggi prinsip objektivitas serta komitmen terhadap perlindungan anak," tuturnya.

UGM saat ini sedang melakukan pemantauan intensif terhadap dinamika kasus ini. 

"Sejalan dengan itu, kami terus memantau perkembangan kasus ini dengan saksama dan siap mengambil langkah tindak lanjut sesuai kapasitas UGM berdasarkan ketentuan yang berlaku," tandasnya.

Load More