News / Internasional
Selasa, 28 April 2026 | 17:02 WIB
Serangan udara besar-besaran Israel mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya 254 orang hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Kamis (9/4). [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Empat orang tewas dan puluhan warga luka akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan.

  • Serangan terjadi meski terdapat kesepakatan perpanjangan gencatan senjata hasil mediasi di Washington.

  • Total korban tewas di Lebanon sejak Maret kini mencapai lebih dari 2.520 jiwa.

Suara.com - Agresi militer Israel di wilayah selatan Lebanon kembali memakan korban jiwa di tengah rapuhnya komitmen gencatan senjata antar kedua negara.

Laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi empat orang meninggal dunia dan 51 warga lainnya mengalami luka-luka serius.

Dikutip dari Anadolu, insiden berdarah ini menunjukkan pola serangan yang kian intensif meski jalur diplomasi di Washington tengah diupayakan secara maraton.

Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]

Kekerasan ini terjadi justru saat masyarakat internasional menaruh harapan pada perpanjangan durasi penghentian permusuhan sementara yang baru saja diumumkan.

Data medis menunjukkan bahwa di antara puluhan korban luka, terdapat anak-anak dan perempuan yang terjebak dalam zona ledakan.

Wilayah distrik Tyre menjadi titik paling mematikan setelah jet tempur Israel menghantam kawasan pemukiman di kota Majdal Zoun.

Kementerian Kesehatan merinci bahwa seorang perempuan termasuk dalam daftar korban tewas akibat serangan udara yang menghancurkan bangunan tersebut.

Israel serang Lebanon (Antara)

"Kementerian menyatakan seorang perempuan berada di antara mereka yang tewas, sementara korban luka termasuk tiga anak-anak dan enam perempuan," ungkap otoritas kesehatan setempat.

Kondisi para korban luka saat ini masih dalam penanganan intensif di sejumlah rumah sakit terdekat di wilayah Lebanon selatan.

Baca Juga: Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata

Tim penyelamat masih terus menyisir puing-puing bangunan untuk memastikan tidak ada warga sipil yang terjebak pasca-ledakan.

Selain serangan udara, militer Israel juga dilaporkan melakukan operasi penghancuran struktur bangunan secara masif di wilayah Hanin.

Ledakan berskala besar juga terjadi di Chihine sebagai bagian dari strategi militer darat yang memicu kepanikan warga lokal.

National News Agency (NNA) melaporkan bahwa gempuran udara juga menyasar titik-titik vital di kota Hadatha, Braachit, hingga Haris.

Kawasan Alman - Ech Choumariye di distrik Nabatieh tak luput dari sasaran setelah dihujani artileri secara berkala sepanjang hari.

Titik koordinat antara Qana dan Siddiqine juga menjadi target proyektil militer yang menambah daftar panjang kerusakan infrastruktur publik.

Load More