-
Empat orang tewas dan puluhan warga luka akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan.
-
Serangan terjadi meski terdapat kesepakatan perpanjangan gencatan senjata hasil mediasi di Washington.
-
Total korban tewas di Lebanon sejak Maret kini mencapai lebih dari 2.520 jiwa.
Data resmi pemerintah Lebanon mencatat lebih dari 1,6 juta orang telah kehilangan tempat tinggal sejak eskalasi meningkat awal Maret.
Secara akumulatif, total korban jiwa telah menembus angka 2.520 orang dengan lebih dari 7.800 warga menderita luka-luka.
Situasi di lapangan semakin rumit karena serangan drone Hezbollah juga mulai menyasar posisi tentara Israel sebagai bentuk respons.
Pihak Hezbollah berdalih bahwa aksi militer mereka merupakan jawaban atas rangkaian pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh Tel Aviv.
Ketegangan ini mengancam keberlangsungan kesepakatan damai yang sebenarnya baru saja mendapatkan napas baru melalui mediasi internasional.
Upaya perdamaian sebelumnya telah dideklarasikan melalui jeda kemanusiaan selama sepuluh hari yang dimulai pada pertengahan April lalu.
Meskipun kesepakatan tersebut telah ditandatangani, laporan lapangan menunjukkan adanya pelanggaran berulang yang memicu saling balas serangan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat memberikan pengumuman optimistis mengenai masa depan stabilitas di kawasan perbatasan tersebut.
"Pada hari Kamis, Presiden AS Donald Trump mengatakan Lebanon dan Israel setuju untuk memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu menyusul putaran kedua pembicaraan antara kedua belah pihak di Washington," tulis laporan resmi.
Baca Juga: Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata
Namun, realita di Lebanon selatan menunjukkan bahwa kesepakatan di atas kertas belum mampu menghentikan dentuman meriam dan bom.
Konflik bersenjata antara Israel dan Lebanon ini telah mengalami eskalasi tajam sejak tanggal 2 Maret yang memicu krisis kemanusiaan hebat.
Wilayah perbatasan kedua negara menjadi zona tempur aktif yang melumpuhkan aktivitas ekonomi serta pendidikan bagi jutaan warga sipil.
Meskipun terdapat upaya gencatan senjata pada 17 April, stabilitas keamanan tetap rapuh akibat saling klaim pelanggaran wilayah udara dan darat.
Saat ini, fokus internasional tertuju pada efektivitas perpanjangan gencatan senjata tiga minggu yang diinisiasi di Washington guna mencegah perang terbuka yang lebih luas.
Krisis ini terus menjadi perhatian global seiring meningkatnya jumlah korban dari kalangan non-kombatan di wilayah Lebanon.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123