-
Penjajah Israel membakar rumah di Jalud dan merampas 17.000 dunam lahan untuk pemukiman.
-
Serangan di Nablus mengakibatkan 15 warga luka-luka termasuk anak-anak dan perempuan.
-
Di Hebron, pasukan penjajah menangkap pasangan suami istri dan mengancam menghancurkan lima rumah.
Suara.com - Kebrutalan Israel kembali memuncak dengan aksi pembakaran rumah warga sipil di Desa Jalud, Nablus Selatan.
Serangan ini bukan sekadar insiden sporadis melainkan bagian dari upaya sistematis pengosongan lahan Palestina.
Warga dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka di bawah ancaman api dan kekerasan fisik yang dilakukan puluhan penyerang.
Aksi vandalisme ini menyasar pemukiman penduduk yang selama puluhan tahun menjadi target ekspansi pemukiman ilegal.
Situasi di lapangan menunjukkan eskalasi ketegangan yang mengancam nyawa perempuan serta anak-anak di wilayah tersebut.
Um Shadi al-Tubasi menceritakan detik-detik mencekam saat rumahnya diserbu dan dibakar oleh kelompok penjajah.
“Selama 10 hari, kami hidup dalam ketakutan yang terus-menerus,” ujar Um Shadi al-Tubasi dengan nada getir dikutip dari Anadolu.
Ia menegaskan bahwa serangan di malam hari jauh lebih intens demi memaksa mereka menyerahkan tanah kelahiran.
“Pada malam hari, serangan mereka meningkat dan mereka mencoba memaksa kami keluar dari rumah kami, dan kami memberi tahu mereka bahwa ini adalah rumah kami,” katanya.
Baca Juga: Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata
Prioritas utama para orang tua di sana kini hanyalah memastikan keselamatan anak-anak mereka dari serangan brutal.
“Saya takut akan nyawa anak-anak saya, bukan nyawa saya sendiri,” tambahnya menegaskan keberanian sekaligus kecemasan.
Kepala Desa Jalud, Raed al-Nasser, mengungkapkan bahwa skema pemukiman ilegal ini sudah berlangsung sejak tahun 1975.
Saat ini sudah berdiri 10 pemukiman dan pos terdepan di atas tanah desa dengan dua proyek tambahan yang sedang dibangun.
Erosi kedaulatan tanah di Jalud telah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup warga.
Hampir 17.000 dunam dari total 23.000 dunam luas wilayah Jalud kini telah dirampas untuk kepentingan ekspansi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
Terkini
-
Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai
-
Pemprov DKI Sampaikan Duka, Guru SDN Pulogebang 11 Jadi Korban Tabrakan KRL
-
Proses Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Terus Dilakukan, RS Polri Ungkap Kendalanya
-
Tragedi Bekasi Timur, Alvin Lie Kritik Persimpangan Rel dan Jalan
-
Amien Sunaryadi: Niat Jahat Memang Nggak Kelihatan, Tapi Evidence-nya Bisa Dicari
-
AHY Bakal Selidiki Dugaan Gangguan Sinyal di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
CISDI Ungkap Mayoritas Pangan Kemasan di Indonesia Tidak Sehat, Ajukan 5 Rekomendasi Kebijakan
-
Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS
-
Fenomena Kriminalisasi Kebijakan, Aparat Diingatkan Jangan Komersialisasi Kasus
-
Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah, AHY: Laki-laki dan Wanita Tak Boleh Jadi Korban