-
Uni Emirat Arab resmi meninggalkan OPEC demi mengutamakan kepentingan nasional dan produksi minyak mandiri.
-
Konflik Iran dan perang energi global menjadi latar belakang pengunduran diri strategis Abu Dhabi.
-
Arab Saudi kini menanggung beban stabilitas harga minyak sendirian pasca keluarnya Uni Emirat Arab.
Suara.com - Langkah berani Uni Emirat Arab meninggalkan keanggotaan OPEC menjadi sinyal kuat runtuhnya dominasi kartel minyak dalam mengatur pasar energi global.
Keputusan ini diambil saat dunia sedang menghadapi guncangan ekonomi hebat akibat eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
Dikutip dari Al Jazeera, mundurnya negara produsen besar ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan strategi untuk memerdekakan kapasitas produksi mereka dari belenggu kuota kolektif.
Alih-alih bertahan dalam solidaritas kelompok, Abu Dhabi memilih jalur mandiri guna mengamankan target ekonomi jangka panjang yang lebih agresif.
Keluarnya UEA secara resmi pada hari Jumat mendatang akan mengubah peta kekuatan eksportir minyak di tengah ancaman jalur pelayaran Selat Hormuz.
Pihak berwenang menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari evaluasi mendalam terhadap visi ekonomi dan profil energi negara yang terus berkembang.
“Selama waktu kami di organisasi tersebut, kami memberikan kontribusi signifikan dan bahkan pengorbanan yang lebih besar demi keuntungan semua orang,” jelas pernyataan resmi media pemerintah.
“Namun, waktunya telah tiba untuk memfokuskan upaya kami pada apa yang didiktekan oleh kepentingan nasional kami,” tambah keterangan tersebut.
Suhail Mohamed al-Mazrouei selaku Menteri Energi UEA menegaskan bahwa kebijakan ini murni didasarkan pada tinjauan strategi energi internal secara saksama.
Baca Juga: Iran Absen di Rapat FIFA karena Masalah Visa, Keikutsertaan di Piala Dunia 2026 Masih Tanda Tanya
Beliau juga mengungkapkan bahwa keputusan besar ini diambil tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pemimpin de facto OPEC, Arab Saudi.
“Ini adalah keputusan kebijakan. Ini dilakukan setelah melihat secara cermat kebijakan saat ini dan masa depan terkait tingkat produksi,” tutur sang menteri kepada kantor berita Reuters.
Kepergian salah satu anggota kunci ini diprediksi akan memicu kekacauan koordinasi di internal kelompok yang selama ini berusaha tampil solid.
Padahal, para produsen di kawasan Teluk sedang berjuang keras mengamankan pengiriman komoditas melalui titik rawan Selat Hormuz yang kian mencekam.
Konflik yang melibatkan Iran telah membuat arus keluar masuk sepertiga pasokan gas alam cair dan seperlima minyak mentah dunia terganggu.
Sentimen negatif ini diperparah oleh tekanan politik global yang sering menuding organisasi ini melakukan manipulasi harga demi keuntungan sepihak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim