- Amerika Serikat memulai operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang memicu eskalasi konflik berkepanjangan.
- Pemerintah Amerika Serikat menghabiskan sekitar 12,7 miliar dolar AS dalam fase awal operasi untuk penggunaan persenjataan canggih.
- Konflik ini menimbulkan korban jiwa, kenaikan biaya hidup domestik, serta beban jangka panjang bagi perawatan kesehatan veteran.
Suara.com - Biaya operasi militer Amerika Serikat selama lebih dari tujuh dekade kembali menjadi sorotan setelah konflik dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026.
Dalam beberapa hari pertama konflik tersebut, pemerintah Amerika Serikat dilaporkan mengeluarkan belasan miliar dolar untuk operasi militer, sebagaimana Al Jazeera, dikutip pada Rabu (29/4/2026).
Di saat yang sama, dampak kemanusiaan dan ekonomi mulai dirasakan, baik di kawasan konflik maupun di dalam negeri Amerika Serikat.
Sejumlah survei menunjukkan tingkat ketidakpuasan publik meningkat, seiring kenaikan harga energi dan biaya hidup yang dikaitkan dengan eskalasi konflik.
Dampak Perang terhadap Personel Militer
Jeffery Camp, seorang veteran militer berusia 61 tahun, mengingat pengalamannya selama bertugas di Afghanistan. Ia merupakan satu dari sekitar 832.000 personel militer Amerika Serikat yang dikerahkan selama dua dekade konflik di negara tersebut.
Camp bergabung dengan Angkatan Darat sejak 1983 dan menilai pengalaman perang meninggalkan dampak jangka panjang, baik secara fisik maupun mental.
“Pelayanan adalah sebuah panggilan, bukan reaksi terhadap krisis nasional,” ujar Camp dalam wawancara dengan media internasional.
Selama perang Afghanistan, tercatat 2.461 tentara Amerika Serikat tewas dan sedikitnya 20.000 lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran
Korban Jiwa dan Pembengkakan Anggaran
Memasuki hari ke-60 konflik, otoritas Iran melaporkan sedikitnya 3.375 orang meninggal dunia akibat serangan militer. Sementara itu, militer Amerika Serikat mengonfirmasi 13 personel tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka.
Data Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) menunjukkan sekitar 11,3 miliar dolar AS telah dikeluarkan dalam enam hari pertama operasi militer terhadap Iran.
Analis pertahanan Mark Cancian dari lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut tingginya biaya tersebut dipengaruhi penggunaan persenjataan berteknologi tinggi, termasuk rudal jarak jauh seperti Tomahawk.
Setiap rudal Tomahawk diperkirakan bernilai sekitar 2,5 juta dolar AS, dan ratusan unit telah digunakan dalam operasi militer tersebut.
Jika memperhitungkan biaya logistik dan dukungan tempur lainnya, total pengeluaran pada fase awal konflik diperkirakan mencapai sekitar 12,7 miliar dolar AS.
Berita Terkait
-
Pejabat Inggris Sindir Israel Sekutu Spesial Amerika saat Pertemuan Trump - Raja Charles, Maksudnya?
-
76 Tahun AS Berperang: Triliunan Dolar Habis, Jutaan Nyawa Melayang, Perang Iran yang Termahal
-
FIFA Patok Biaya Parkir di Piala Dunia 2026: Satu Mobil Rp4 Juta di Miami
-
Iran Absen di Rapat FIFA karena Masalah Visa, Keikutsertaan di Piala Dunia 2026 Masih Tanda Tanya
-
Harga Minyak Dunia Tembus USD 110, Diprediksi Bisa Capai 120 Dolar AS
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?
-
Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC
-
Langgar Izin Tinggal, 2 WNA China Dipulangkan Lewat Bandara Juanda
-
Pejabat Inggris Sindir Israel Sekutu Spesial Amerika saat Pertemuan Trump - Raja Charles, Maksudnya?
-
Israel Langgar Gencatan Senjata, Bunuh 3 Tim Medis di Lebanon
-
Smart Home, Calm Soul, Cara Generasi Muda Atur Isi Rumah di Shopee 5.5 Mega Elektronik Sale
-
Tentara Israel Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan di Tepi Barat Diaktifkan Kembali
-
Gus Ipul Sambut Usulan PWNU, Jadwal Muktamar Agustus Sesuai Kebijakan Rais Aam
-
Awalnya Minta Rp15 Ribu, Pedagang Es Campur di Depan PN Kudus Diperas Rp20 Juta Gara-gara Viral
-
Sosok Arifah Fauzi: Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Perempuan di Tengah