- Amerika Serikat memimpin berbagai perang sejak 76 tahun terakhir yang mengakibatkan jutaan korban jiwa dan beban anggaran triliunan dolar.
- Konflik terbaru melawan Iran menelan biaya 11,3 miliar dolar dalam enam hari serta menewaskan lebih dari 3.300 warga sipil.
- Dampak ekonomi perang memicu lonjakan harga bahan bakar bagi masyarakat Amerika dan memicu penolakan publik terhadap kebijakan militer tersebut.
Suara.com - Perang-perang yang dipimpin Amerika Serikat selama 76 tahun terakhir disebut telah menelan biaya keuangan dan korban manusia dalam skala luar biasa.
Terbaru, perang melawan Iran menjadi salah satu perang termahal secara harian dalam sejarah modern.
Laporan analisis Al Jazeera menyebut perang-perang yang dipimpin AS sejak era Korea hingga konflik Iran telah menewaskan jutaan warga sipil dan puluhan ribu personel militer, serta membebani anggaran negara hingga triliunan dolar.
Menurut proyek Cost of War dari Brown University, perang-perang AS sejak 2001 saja telah menyebabkan sekitar 940 ribu kematian langsung di Afghanistan, Pakistan, Irak, Suriah, Yaman, dan zona konflik lain pasca-11 September.
Veteran militer AS, Jeffery Camp, yang pernah bertugas di Afghanistan, menggambarkan perang sebagai beban kemanusiaan yang dampaknya jauh melampaui medan tempur.
“Perang tidak pernah bersih, dan orang yang menanggung beban terpanjang biasanya bukan mereka yang membuat keputusan,” kata Camp.
Dalam konflik terbaru dengan Iran, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 3.375 orang tewas sejak perang pecah pada akhir Februari.
Sementara militer AS mengonfirmasi 13 personel tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka.
Dari sisi biaya, Pentagon disebut menghabiskan 11,3 miliar dolar AS hanya dalam enam hari pertama perang.
Baca Juga: Iran Absen di Rapat FIFA karena Masalah Visa, Keikutsertaan di Piala Dunia 2026 Masih Tanda Tanya
Pengeluaran harian sempat menyentuh sekitar 1 miliar dolar AS per hari sebelum gencatan senjata.
Analis pertahanan Mark Cancian menyebut tingginya biaya itu dipicu penggunaan amunisi jarak jauh mahal seperti rudal Tomahawk yang bernilai 2,5 juta dolar AS per unit.
“Perang ini sangat mahal sejak hari-hari pertama,” ujarnya.
Secara historis, perang Afghanistan selama 20 tahun menghabiskan sekitar 2,3 triliun dolar AS, sementara perang Irak delapan tahun menelan biaya 2 triliun dolar AS.
Selain biaya militer, Amerika Serikat juga diperkirakan harus mengeluarkan sedikitnya 2,2 triliun dolar AS lagi dalam 30 tahun ke depan untuk layanan kesehatan veteran perang.
Di dalam negeri, dampak ekonomi perang mulai dirasakan masyarakat AS.
Harga bahan bakar dilaporkan melonjak hampir 40 persen sejak perang Iran dimulai, dengan beban tambahan rata-rata 200 dolar AS per rumah tangga.
Survei Reuters/Ipsos pada April menunjukkan 60 persen warga Amerika menolak serangan militer ke Iran, menjadikannya salah satu perang paling tidak populer dalam sejarah modern AS.
Berita Terkait
-
Iran Absen di Rapat FIFA karena Masalah Visa, Keikutsertaan di Piala Dunia 2026 Masih Tanda Tanya
-
Harga Minyak Dunia Tembus USD 110, Diprediksi Bisa Capai 120 Dolar AS
-
Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang
-
Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS
-
Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax
-
Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari
-
Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini
-
Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan
-
Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian