-
Jasad mahasiswa doktoral USF Zamil Limon ditemukan di Jembatan Howard Frankland Florida.
-
Polisi menangkap teman sekamar korban Hisham Abugharbieh sebagai tersangka utama kasus tersebut.
-
Satu korban lainnya bernama Nahida Bristy hingga kini masih dalam proses pencarian.
Suara.com - Tersangka Hisham Abugharbieh resmi ditahan pihak kepolisian Florida setelah jasad rekan sekamarnya ditemukan tak bernyawa di jembatan.
Penangkapan pria berusia 26 tahun tersebut mengungkap tabir kelam di balik hilangnya dua mahasiswa doktoral asal Bangladesh.
Dikutip dari CNN, langkah hukum ini diambil usai petugas menemukan tubuh Zamil Limon yang telah lama dicari di kawasan Jembatan Howard Frankland.
Meskipun satu korban telah ditemukan, keberadaan Nahida Bristy yang juga dilaporkan hilang masih menjadi teka-teki besar bagi penyidik.
“Ini adalah kasus yang sangat mengganggu yang telah mengguncang komunitas kami dan berdampak pada banyak orang yang mengharapkan penyelesaian yang aman,” ujar Sheriff Chad Chronister.
Proses penahanan Abugharbieh berlangsung cukup menegangkan karena pelaku sempat mengurung diri di dalam kediamannya.
Tim SWAT dan negosiator krisis harus diterjunkan ke lokasi untuk memaksa mantan mahasiswa USF tersebut menyerahkan diri.
Penyidik berhasil mengaitkan pelaku dengan lokasi penemuan jenazah Limon melalui serangkaian bukti fisik yang ditemukan di lapangan.
Kini Abugharbieh menghadapi rentetan dakwaan mulai dari penganiayaan, penyekapan, hingga upaya penghilangan bukti dan pemindahan mayat secara ilegal.
Baca Juga: Viral Video 22 Detik Penemuan Mayat Terbungkus Kain Tebal Terdampar di Tebing Batu Pulau Angsa
“Petugas berhasil menghubungkan tersangka dengan kasus ini dan juga dengan jenazah Limon,” ungkap Wakil Kepala Polisi Joseph Maurer.
Catatan kepolisian menunjukkan bahwa tersangka memiliki rekam jejak kekerasan yang cukup panjang sebelum insiden ini terjadi.
Ia pernah dilarang oleh hakim untuk mendatangi rumah keluarganya akibat laporan kekerasan terhadap ibu dan saudara laki-lakinya.
Meski sempat ditangkap dua kali pada tahun lalu, kasus-kasus tersebut sebelumnya sempat dibatalkan oleh pihak otoritas setempat.
Saudara laki-laki tersangka bahkan pernah memohon perpanjangan perintah larangan mendekat karena merasa terancam dengan kehadiran Abugharbieh.
Hingga saat ini, tim medis masih berupaya keras mengidentifikasi penyebab pasti kematian Limon melalui proses otopsi mendalam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis
-
Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia