- KPK memeriksa Mukhtaruddin Ashraff Abu pada 29 April 2026 terkait dugaan korupsi proyek di Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
- Penyidik menelusuri aliran dana dan peran PT Raja Nusantara Berjaya dalam memenangkan berbagai proyek pengadaan jasa secara ilegal.
- Bupati nonaktif Fadia Arafiq diduga melakukan intervensi untuk memenangkan perusahaan miliknya guna memperoleh keuntungan pribadi secara melawan hukum.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menguliti gurita bisnis keluarga Bupati nonaktif Pekalongan, Fadia Arafiq. Fokus penyidik kini tertuju pada aliran uang yang mengalir ke PT Raja Nusantara Berjaya (PT RNB), perusahaan yang diduga menjadi tameng dalam pusaran korupsi di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Untuk mendalami hal tersebut, KPK memeriksa suami Fadia, Mukhtaruddin Ashraff Abu, sebagai saksi kunci pada Rabu (29/4/2026).
Pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan proyek lainnya untuk Tahun Anggaran 2023-2026.
Nama Ashraff sendiri bukanlah orang asing dalam struktur PT RNB. Ia tercatat sebagai Komisaris sekaligus pemegang saham mayoritas.
KPK menduga perusahaan keluarga ini sengaja dikondisikan oleh Fadia untuk memenangkan berbagai tender proyek di wilayah kepemimpinannya sendiri.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyidik tengah memetakan pembagian peran di internal perusahaan serta melacak ke mana saja uang proyek tersebut bermuara.
“Peran-perannya seperti apa termasuk juga berkaitan dengan dugaan aliran uang,” tegas Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Budi menjelaskan bahwa setelah PT RNB berhasil memenangkan proyek pengadaan jasa outsourcing, perusahaan tersebut menerima pembayaran besar dari berbagai dinas terkait.
Uang negara inilah yang kemudian diduga masuk ke dalam kantong-kantong pribadi melalui kendali sang Bupati.
Baca Juga: KPK Endus Setoran Bos-bos Rokok ke Bea Cukai, Modus Urus Pita Cukai Terbongkar?
“Nah, pembayaran ini kan kemudian juga uangnya dikelola oleh para pihak-pihak di PT RNB di bawah kendali dari bupati,” ungkap Budi.
Tak hanya soal aliran dana, KPK juga mencium adanya aroma intervensi kuat dari Fadia untuk memastikan perusahaan keluarganya keluar sebagai pemenang tanpa hambatan.
“Termasuk juga nanti aliran ini ke mana saja kemudian peran kuatnya dari PT RNB ini. Agar bisa memenangkan sejumlah pengadaan di beberapa dinas ini seperti apa. Karena ada dugaan intervensi yang dilakukan oleh pihak bupati,” tambah Budi.
Dalam perkara ini KPK telah menetapkan Fadia Arafiq sebagai tersangka terkait kasus konflik kepentingan pengadaan barang dan jasa.
Langkah nekat Fadia yang diduga melibatkan perusahaan keluarga ini membuatnya terancam jeratan Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 127 ayat (1) KUHP.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas