- Polri menyidik kasus tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026.
- Penyidikan berfokus pada dugaan kelalaian sopir serta tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi terkait palang pintu kereta.
- Insiden maut tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan kereta.
Suara.com - Polisi masih melakukan penyidikan dalam kasus kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4/2026) lalu.
Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, mengatakan saat ini pihaknya sedang mendalami adanya dugaan kelalaian dalam insiden maut tersebut.
“Fokus penyidikan adalah kelalaian supir serta kewajiban Pemerintah Kota Bekasi dalam menyediakan palang pintu kereta api sesuai aturan UU Perkeretaapian,” katanya dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Namun hingga saat ini aparat masih mempersiapkan pelaksanaan gelar perkara. Rencananya, gelar perkara akan dilakukan pekan depan.
“Tentunya akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu, agar strategi penyidikannya tepat," ucapnya.
“Kemungkinan minggu depan,” imbuhnya.
Dalam gelar perkara nanti, akan ditentukan satuan mana yang berwenang untuk menindaklanjuti kasus ini.
“Mereka akan duduk bersama dan mencari kesepakatan apakah kasus ini akan ditangani oleh Satlantas atau Satreskrim," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin malam. Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Baca Juga: Kenapa KA Argo Bromo Anggrek Bisa Menembus Gerbong KRL? Ini Penjelasannya
Sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam insiden ini. Sementara itu, 90 orang mengalami luka-luka, dengan 44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?