News / Nasional
Kamis, 30 April 2026 | 10:02 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat turun langsung ke Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Senin (27/4/2026) malam, setelah terjadi kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menginstruksikan perbaikan 1.800 perlintasan kereta rawan di Pulau Jawa pasca kecelakaan di Bekasi, Senin (27/4/2026).
  • Pemerintah mengalokasikan anggaran negara sebesar Rp4 triliun untuk meningkatkan sistem keamanan dan infrastruktur fisik perlintasan kereta api tersebut.
  • Presiden menyetujui Bantuan Presiden senilai Rp200 miliar untuk mempercepat pembangunan Flyover Bulak Kapal di Kota Bekasi secara permanen.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto gerak cepat menginstruksikan perbaikan menyeluruh terhadap ribuan perlintasan sebidang rel kereta di seluruh Pulau Jawa, setelah mendapat informasi via telepon dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Awalnya, Dasco menghubungi Prabowo pada Senin (27/4) malam, setelah terjadi kecelakaan antara kereta rel listrik atau KRL commuter line dengan kereta rel diesel jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Pak Dasco langsung menghubungi presiden, Senin malam itu, setelah dia meninjau lokasi kecelakaan," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kamis (30/4/2026).

Dasco, kata dia, tidak hanya melaporkan situasi korban, tetapi juga membawa pesan penting dari Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono dan Kapolda Metro Jaya  Irjen Asep Edi Suheri.

Fokus utamanya adalah urgensi pembangunan jembatan layang atau flyover di perlintasan sebidang yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan. Selain itu, kondisi sarana perkeretaapian yang minim palang pintu juga menjadi sorotan tajam.

Berdasarkan laporan Dasco, Presiden Prabowo Subianto segera mengambil tindakan nyata dengan menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026.

Kehadiran Presiden di rumah sakit tersebut sekaligus menjadi momentum pengumuman kebijakan strategis nasional terkait keselamatan transportasi.

Prasetyo Hadi menyebut presiden sudah memberikan arahan langsung, agar korban kecelakaan kereta di Bekasi ditangani maksimal dan menyoroti aspek teknologi serta kondisi sarana perkeretaapian.

Arahan ini juga mencakup langkah antisipasi jangka panjang agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Baca Juga: Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, DPRD DKI Minta Transjakarta Wujudkan Zero Accident

Anggaran Rp4 Triliun untuk 1.800 Titik Rawan

Pemerintah menyadari masalah perlintasan sebidang adalah persoalan klasik yang sudah menahun.

Presiden Prabowo menegaskan, infrastruktur perkeretaapian, terutama perlintasan yang tidak dijaga, harus segera dibenahi tanpa penundaan lebih lanjut.

“Sedikitnya ada 1.800 titik lintasan seperti ini di Pulau Jawa. Saya kira sejak zaman Belanda. Saya sudah perintahkan segera diperbaiki semua,” ujar Prabowo saat berada di RSUD Kota Bekasi.

Dana sebesar Rp4 triliun dari APBN, akan dialokasikan secara khusus untuk program ini. Perbaikan akan mencakup penambahan pos penjagaan, sistem pengamanan digital, hingga perbaikan fisik di titik-titik rawan.

“Kami sudah hitung, hampir Rp 4 triiun. Tapi ini demi keselamatan rakyat, sangat penting dan perlu. Saat ini sudah saatnya perbaikan. Sudah berapa puluh tahun belum dilakukan, sekarang ini harus dilaksanakan," tekad Prabowo.

Load More